Rabu, 6 Mei 2026

Konflik Pakistan vs Taliban

Akankah Gencatan Senjata Pakistan-Afghanistan Bisa Bertahan?

Konflik Pakistan vs Taliban yang mendidih sejak Taliban berkuasa pada 2021, kini mencapai titik terang, akan kah gencatan senjata bertahan?

Tayang:
WorldAtlas.com
PETA AFGHANISTAN - Penampakan wilayah Afghanistan dari WorldAtlas.com. Baik Pakistan maupun Taliban menyampaikan apresiasi kepada Qatar dan Turki atas peran mereka dalam memfasilitasi perundingan tersebut. Kedua belah pihak sudah sepakat untuk melakukan gencatan senjata. 

Tuduhan ini dibantah oleh Kabul.

Taliban menegaskan bahwa wilayah Afghanistan “tidak akan digunakan untuk menyerang negara mana pun.”

Peningkatan serangan oleh TTP dan Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) dalam beberapa tahun terakhir telah menjadikan 2025 sebagai tahun paling mematikan di Pakistan.

Menurut Center for Research and Security Studies (CRSS) di Islamabad, sedikitnya 2.414 orang tewas dalam tiga kuartal pertama tahun ini akibat kekerasan bersenjata.

Pakistan menuntut Taliban mencegah TTP menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis operasi.

Namun, para analis menilai hal itu tidak mudah dilakukan.

Analis politik asal Kabul Abdullah Baheer mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Taliban sulit mengendalikan TTP karena kelompok itu merupakan entitas independen yang sudah lama beroperasi di Pakistan.

“Tidak ada bukti bahwa serangan udara Pakistan menargetkan anggota TTP mana pun di Afghanistan,” ujarnya.

“Logika membom Afghanistan hingga tunduk tidak berhasil bagi Amerika Serikat selama 20 tahun. Mengapa kita berpikir logika itu akan berhasil sekarang?,” tambah Baheer.

Latar Belakang Konflik dan Upaya Perdamaian

BBC melaporkan bahwa hubungan Islamabad dan Kabul semakin memburuk sejak TTP keluar dari kesepakatan gencatan senjata pada 2022.

Kelompok itu menuduh pemerintah Pakistan melanggar janji dan kembali melakukan operasi militer di wilayah perbatasan.

Baca juga: Pakistan dan Afghanistan Sepakat Gencatan Senjata usai Negosiasi di Qatar

TTP, yang berdiri pada 2007, telah melakukan ribuan serangan terhadap warga sipil dan aparat keamanan.

Serangan paling mematikan mereka terjadi pada Desember 2014, ketika mereka menyerang Sekolah Umum Angkatan Darat di Peshawar, menewaskan lebih dari 130 siswa.

Pemerintah Pakistan telah berulang kali melancarkan operasi militer untuk menumpas TTP.

Namun, para pejuang kelompok itu memanfaatkan perbatasan sepanjang 2.600 km yang sulit dijaga untuk bergerak bebas antara Pakistan dan Afghanistan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved