Senin, 18 Mei 2026

Komeito Resmi Jadi Oposisi Setelah 26 Tahun, Tapi LDP Masih Kuasai Pemerintahan Jepang

Dalam pemilihan di Majelis Rendah, Presiden LDP Sanae Takaichi raih 237 suara melebihi setengah dari total suara lalu ditetapkan jadi PM Jepang

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Richard Susilo
PARTAI KOMEITO TARIK DIRI - Peta politik Jepang berubah setelah Partai Komeito, mitra lama Partai Demokrat Liberal (LDP), secara resmi menarik diri dari koalisi pemerintahan.  Ketua Komeito, Tetsuo Saito, menyampaikan keputusan tersebut pada konferensi pers di Tokyo, Selasa (21/10/2025). 

Keputusan Komeito untuk keluar dari koalisi berpotensi menciptakan situasi nejire kokkai — yaitu kondisi ketika partai pemerintah kehilangan mayoritas di salah satu majelis parlemen.

Situasi serupa pernah mengguncang Jepang pada 1998, 2007–2009, dan 2010, ketika pengesahan undang-undang dan anggaran negara tersendat karena kebuntuan politik antar-majelis.

Meski demikian, analis menilai LDP masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas pemerintahan dalam jangka pendek, berkat dukungan dari partai-partai kecil dan kelompok independen.

 Keluarnya Komeito dari koalisi tidak hanya menandai berakhirnya salah satu kemitraan politik paling panjang di Jepang, tetapi juga membuka babak baru dalam dinamika parlemen negeri tersebut.

Meski kini berstatus oposisi, Komeito belum menunjukkan tanda akan membentuk blok penantang baru. Namun, keputusan partai itu bisa menjadi sinyal bahwa politik Jepang tengah bergerak ke arah yang lebih dinamis dan terbuka terhadap perubahan.

Diskusi politik Jepang dilakukan kelompok Pencinta Jepang. Gabung gratis kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email tkyjepang@gmail.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved