Kamis, 14 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

9 Negara NATO Setuju Melatih Brigade Ukraina di Polandia

9 negara anggota NATO setuju untuk membantu melatih tentara Ukraina di Polandia. Saat ini NATO dilanda keretakan, terutama karena AS condong ke Rusia.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
kam.lt
NATO VS RUSIA - Foto yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Lithuania, memperlihatkan para menteri pertahanan anggota NATO bertemu di Brussels, Belgia, 15 Oktober 2025. 9 negara anggota NATO setuju untuk membantu melatih tentara Ukraina di Polandia. 

Pengumuman ini datang setelah perubahan sikap mendadak Trump pada akhir pekan lalu yang membuatnya tampak lebih sejalan dengan posisi Putin.

Setelah panggilan telepon selama dua jam dengan Putin pada Kamis (16/10/2025), Trump mengumumkan bahwa keduanya sepakat untuk bertemu di Budapest, Hungaria, guna membahas akhir perang.

Sehari kemudian, dalam pertemuan di Gedung Putih dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Trump menolak permintaan Ukraina untuk mendapatkan rudal jarak jauh Tomahawk.

Dalam unggahan media sosial setelah pertemuan itu, Trump menyerukan agar Ukraina menyerahkan sebagian besar wilayahnya kepada Rusia sebagai imbalan perdamaian.

Namun, rencana pertemuan puncak Trump–Putin berikutnya dibatalkan pada Selasa (21/10/2025) setelah panggilan antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Moskow belum siap mengalah dalam tuntutannya.

Perubahan sikap Trump ini membuat frustrasi banyak pemimpin Eropa yang selama ini mendukung Zelenskyy.

Mereka sebelumnya memuji Trump atas upayanya menengahi perdamaian, sembari berusaha meyakinkannya bahwa Rusia — bukan Ukraina — yang menjadi pihak agresor dan tidak memiliki niat tulus untuk mengakhiri perang.

Ringkasan Perang Rusia-Ukraina

Mengutip Global Conflict Tracker, tiga tahun sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, Rusia masih menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina setelah memperoleh lebih dari 4.000 kilometer persegi wilayah tambahan pada tahun 2024.

Rusia terus membombardir kota-kota Ukraina, sementara Ukraina melancarkan serangan drone terhadap kapal dan kendaraan militer Rusia.

Sejak Januari 2022, Ukraina telah menerima bantuan sekitar $407 miliar, termasuk lebih dari $118 miliar dari Amerika Serikat.

Pertempuran dan serangan udara telah menewaskan lebih dari 40.000 warga sipil.

Baca juga: Ukraina Tak Dapat Tomahawk, Zelensky Pilih Beli Sistem Rudal Patriot AS

Sebanyak 3,7 juta orang mengungsi di dalam negeri, sementara 6,9 juta lainnya meninggalkan Ukraina.

Total 12,7 juta orang kini membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Sementara Amerika Serikat berupaya merundingkan akhir perang, pendekatan pemerintahan Trump justru meningkatkan ketegangan antara Ukraina dan AS, serta memperkeruh hubungan dengan sekutu NATO.

AS menekan Ukraina untuk membuat sejumlah konsesi, termasuk pengakuan terhadap Krimea sebagai wilayah Rusia.

Trump sebelumnya bertemu dengan Putin di Anchorage, Alaska, pada 15 Agustus, dengan tujuan mencapai gencatan senjata.

Namun, tidak ada kemajuan konkret yang diumumkan. Trump hanya menyatakan, “Tidak ada kesepakatan sampai ada kesepakatan.”

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved