Konflik Palestina Vs Israel
Swedia Sepakat Jual 150 Jet Gripen ke Ukraina, Zelensky Siap Guncang Langit Rusia
Swedia setujui jual 150 jet tempur Gripen ke Ukraina. Zelensky sebut langkah ini bisa ubah jalannya perang dan perkuat langit Kyiv hadapi Rusia.
Ringkasan Berita:
- Swedia menandatangani perjanjian penjualan 150 jet tempur Gripen kepada Ukraina sebagai dukungan politik dan militer terhadap Kyiv di tengah perang dengan Rusia.
- Presiden Volodymyr Zelensky menilai Gripen dapat mengubah jalannya perang karena pesawat ini pilihan ideal menggantikan armada tua era Soviet.
- Gripen merupakan jet tempur multiperan berkecepatan Mach 2 dengan sistem peperangan elektronik canggih yang mampu melawan radar dan pesawat tempur Rusia
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Swedia resmi menandatangani surat perjanjian untuk menjual hingga 150 unit jet tempur Gripen buatan dalam negeri kepada Ukraina.
Langkah ini dinilai sebagai batu loncatan penting bagi kekuatan udara Kyiv di tengah perang berkepanjangan dengan Rusia.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menjelaskan bahwa kerja sama bukan hanya transaksi militer, melainkan juga bentuk dukungan politik dan keamanan jangka panjang Swedia terhadap Ukraina.
Sejak invasi besar-besaran Rusia sejak tahun 2022, Ukraina terus melobi Gedung Putih dan negara-negara sekutu Eropa agar mengirimkan pesawat tempur canggih.
Namun, prosesnya berjalan lambat. Lalu, Swedia menyetujui penjualan 150 Gripen ke Ukraina.
Dengan kemampuan adaptif dan efisiensi tinggi, jet tempur Gripen diharapkan dapat menjadi penyeimbang kekuatan udara di langit Eropa Timur.
Jet itu membawa harapan baru bagi Ukraina untuk melindungi kedaulatannya dari ancaman invasi yang terus berlanjut, sebagaimana dikutip dari NY Times.
Alasan Ukraina Menginginkan Gripen
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut keputusan Swedia untuk menjual jet Gripen sebagai langkah penting yang dapat mengubah jalannya pertempuran melawan Rusia.
Itu karena Ukraina selama ini menghadapi tantangan besar dalam memperkuat pertahanan udaranya karena masih banyak mengandalkan pesawat-pesawat tua buatan era Soviet.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kyiv memang mulai menerima bantuan jet tempur dari Barat seperti F-16 buatan Amerika Serikat dan Mirage asal Prancis.
Namun, jumlahnya masih terbatas dan tidak cukup untuk mengimbangi kekuatan udara Rusia.
Baca juga: Polandia Mau Tangkap Vladimir Putin, Serangan Rusia Putus Listrik di Seluruh Ukraina
Gripen yang diproduksi oleh raksasa kedirgantaraan dan pertahanan Swedia dinilai dapat menjadi tulang punggung baru bagi Angkatan Udara Ukraina yang tengah bertransformasi di tengah perang yang semakin dinamis.
Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson menyatakan bahwa Ukraina telah mengajukan permintaan resmi untuk 100 hingga 150 unit Gripen, terutama varian Gripen E, versi terbaru dengan kemampuan peperangan elektronik yang lebih canggih.
Apabila seluruh kesepakatan berjalan sesuai dengan rencana, pengiriman jet tempur pertama akan dilakukan dalam tiga tahun mendatang.
Sementara Zelensky menyebut pihaknya berharap menerima unit pertama paling cepat tahun depan, meski belum ada kejelasan mengenai waktu pengiriman atau skema pembiayaan pembelian pesawat tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Swedia-setujui-jual-150-jet-tempur-Gripen-ke-Ukraina.jpg)