Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Trump Bertolak dari Malaysia Menuju Jepang, Siap Bertemu PM Sanae Takaichi dan Kaisar Naruhito
Donald Trump meninggalkan Malaysia menuju Jepang untuk melanjutkan tur Asia, bertemu PM Sanae Takaichi dan Kaisar Naruhito.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump meninggalkan Malaysia menuju Jepang dalam lawatan enam hari ke Asia, setelah menghadiri KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur.
- Trump dijadwalkan bertemu Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Tokyo, membahas aliansi keamanan, investasi, dan perdagangan.
TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dijadwalkan meninggalkan Malaysia pada Senin (27/10/2025) pagi.
Trump akan melanjutkan perjalanan kenegaraan ke Jepang, sebagai bagian dari lawatan enam hari ke tiga negara Asia.
CNN melaporkan, Trump diperkirakan berangkat dari Kuala Lumpur sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Presiden dari Partai Republik AS itu dijadwalkan tiba di Tokyo pada sore harinya, sekitar pukul 17.00 waktu Jepang.
Setibanya di Tokyo, agenda resmi Trump mencakup kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran.
Lalu melanjutkan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang baru dilantik pekan lalu.
Pertemuan Perdana Trump dan Takaichi
Pertemuan tersebut menjadi yang pertama antara kedua pemimpin setelah Takaichi menggantikan posisi perdana menteri sebelumnya.
CNN melaporkan, Takaichi merupakan mantan anak didik mendiang Shinzo Abe.
Takaich berupaya meniru gaya kepemimpinan Abe dalam menjaga hubungan erat dengan Washington.
Dalam wawancara dengan wartawan di pesawat Air Force One, Trump mengatakan dirinya telah mendengar “hal-hal hebat” tentang Takaichi.
Baca juga: 5 Populer Internasional: NATO Sebut Rusia Bangun Markas Nuklir - Trump Puji Prabowo di KTT ASEAN
“Dia teman baik Tuan Abe, yang merupakan pria hebat."
"Saya pikir kami akan memiliki hubungan yang fantastis,” ujar Trump.
Sementara itu, The Japan Times menulis bahwa Takaichi dan Trump telah berbicara melalui telepon sebelum pertemuan ini.
Dalam percakapan berdurasi 10 menit itu, Takaichi menegaskan bahwa memperkuat aliansi Jepang–AS menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Jepang Siapkan Agenda Pertahanan dan Investasi
Takaichi juga disebut akan membawa agenda peningkatan belanja pertahanan Jepang menjadi 2 persen dari PDB pada akhir tahun fiskal ini, lebih cepat dua tahun dari target semula.
Pemerintahannya juga sedang meninjau ulang tiga dokumen keamanan nasional untuk menyesuaikan strategi menghadapi dinamika Indo-Pasifik.
Pejabat Jepang dilaporkan menyiapkan daftar proyek investasi senilai 550 miliar dolar AS untuk dibahas dengan Washington, termasuk kemungkinan renegosiasi tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan dirinya terbuka untuk segala kemungkinan, termasuk negosiasi ulang perjanjian perdagangan.
“Kami punya hubungan baik dengan Jepang, dan saya yakin hubungan itu akan menjadi luar biasa,” ujarnya.
Kunjungan ke Jepang ini menandai langkah penting dalam diplomasi Asia Trump, yang berfokus pada penguatan aliansi keamanan dan perdagangan di kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya pengaruh Tiongkok.
Pujian dari Pemimpin Asia Tenggara
Sebelum bertolak ke Tokyo, Trump menghadiri KTT Asia Tenggara di Kuala Lumpur yang diwarnai suasana akrab dengan para pemimpin kawasan.
CNN melaporkan, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sempat bergurau kepada Trump, “Saya berada di penjara, tapi Anda hampir sampai di sana,” merujuk pada kesamaan nasib hukum mereka.
Baca juga: PM Jepang Sanae Takaichi Umumkan Kabinet Baru, Hanya 2 Menteri Perempuan di Dalamnya
Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet kembali menominasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian, atas perannya dalam mediasi konflik Thailand–Kamboja pada Juli lalu.
Trump menanggapi candaan itu dengan ringan.
Ia mengaku menghabiskan waktu seharian di resor golf miliknya di Skotlandia untuk melakukan panggilan mediasi antar pemimpin Asia Tenggara.
“Kalian membuat saya melewatkan hiburan yang bagus, tapi ini jauh lebih berarti karena kalian menyelamatkan orang,” katanya.
KTT ASEAN di Malaysia
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26–28 Oktober 2025.
Malaysia, sebagai Ketua ASEAN tahun ini, mengusung tema "Inclusivity and Sustainability" dalam pertemuan tersebut.
Agenda Utama KTT ke-47 ASEAN
- Penerimaan Timor Leste sebagai Anggota ke-11 ASEAN
Pada pembukaan KTT, para pemimpin ASEAN secara resmi menerima Timor Leste sebagai anggota baru, menjadikannya negara ke-11 dalam blok regional ini.
Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, menyebutnya sebagai "impian yang terwujud" bagi negara muda tersebut, dikutip dari AP News.
- Penandatanganan Kuala Lumpur Peace Accord
Dalam upaya mengakhiri konflik perbatasan yang mematikan antara Kamboja dan Thailand, para pemimpin kedua negara menandatangani perjanjian gencatan senjata yang disaksikan oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Perjanjian ini mencakup penarikan senjata berat, pembentukan tim pemantau sementara, pembebasan tahanan perang, serta penanganan pusat penipuan lintas batas.
Baca juga: ASEAN–Jepang Perluas Kolaborasi Ekonomi Digital dan Konektivitas Keuangan
- Keterlibatan Presiden AS Donald Trump
Kunjungan Trump ke Asia Tenggara menandai kembalinya AS ke kawasan ini setelah masa absen.
Selain menghadiri KTT ASEAN, Trump juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan melakukan kunjungan ke Jepang serta Korea Selatan untuk membahas isu perdagangan, dikutip dari ABC News.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/trump-dan-pm-jepang-Sanae-Takaichi.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.