Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Trump Kritik Media, Sempat Singgung Kinerja Jubir Gedung Putih Karoline Leavitt
Donald Trump mengkritik media dan menyebut pemberitaan terhadap dirinya didominasi sentimen negatif.
Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengkritik media dan menyebut pemberitaan terhadap dirinya didominasi sentimen negatif.
- Ia sempat menyindir sekretaris pers Karoline Leavitt dengan menyebutnya “melakukan pekerjaan buruk,” yang disambut tawa dan diduga sebagai candaan.
- Kritik ini muncul di tengah ketegangan berkelanjutan antara Gedung Putih dan media, termasuk terkait pemberitaan kasus kriminal terbaru.
TRIBUNNEWS.COM - Donald Trump menyindir Karoline Leavitt saat mengeluhkan pemberitaan buruk kepada awak media, dengan menyebut sekretaris pers Gedung Putih itu “melakukan pekerjaan yang buruk.”
Dilansir The Wrap, presiden AS itu melontarkan komentar tersebut dalam konferensi pers hari Selasa (31/3/2026) di Oval Office, ketika ia mengeluhkan kondisi media dan bagaimana dirinya diberitakan.
“Kita harus membenahi media kita,” kata Trump. “Sirkulasi The New York Times, Anda tahu, sudah jauh menurun. The Washington Post hampir punah.”
Setelah menyebut media arus utama sebagai “tidak jujur,” Trump menyatakan bahwa “orang-orang tidak percaya media,” sambil menyinggung pemberitaan tentang pencalonannya pada pemilu presiden 2024 yang menggambarkan dirinya tampil buruk sebelum akhirnya terpilih kembali.
“Saya mendapat 93 persen pemberitaan buruk,” katanya. “Ada yang bilang 97%, tapi antara 93 sampai 97 — mungkin Karoline melakukan pekerjaan yang buruk, saya tidak tahu.”
“Dia perwakilan saya,” lanjutnya. “Kamu melakukan pekerjaan yang buruk. Haruskah kita mempertahankannya? Saya rasa kita akan tetap mempertahankannya.”
Menanggapi komentar yang canggung itu, terdengar tawa ringan di ruangan, yang menunjukkan bahwa presiden kemungkinan hanya melontarkan candaan kepada sekretaris persnya.
Baca juga: 10 Poin yang Disampaikan Donald Trump dalam Pidato Terbarunya tentang Perang Iran
“Ketika Anda mendapat 93 hingga 97 berita buruk, pemberitaan negatif, dan Anda menang telak, tahukah Anda apa artinya? Orang-orang tidak percaya pers,” tambahnya. “Dan ketika orang tidak percaya pers, itu hal yang sangat buruk bagi negara kita.”
Trump kemudian kembali mengkritik The New York Times, The Washington Post, dan The Wall Street Journal, yang menurutnya memuat “banyak berita buruk.”
Kritik Trump muncul sehari setelah Leavitt mengkritik liputan ABC, CBS, dan NBC terkait kasus Sheridan Gorman. Dalam konferensi pers pada Senin, sekretaris pers Gedung Putih itu menyebut “memalukan” bahwa tidak ada lebih banyak pemberitaan tentang pembunuhan Gorman, mahasiswa baru berusia 18 tahun yang diduga dibunuh oleh imigran ilegal di Chicago awal bulan ini.
Namun, ini bukan pertama kalinya Gedung Putih mengkritik media. Pemerintahan Trump sebelumnya juga sempat meluncurkan situs “Media Offender of the Week” pada musim dingin lalu.