Senin, 18 Mei 2026

Jepang Pasang Badan, Mau Kerahkan Pasukan jika Taiwan Diserang China

Tokyo beri sinyal tegas, siap kerahkan pasukan bila Taiwan diserang China. Sikap keras PM Takaichi langsung memicu kecaman dan ancaman dari Beijing.

Tayang:
Capture video instagram @takaichi_sanae
SANAE TAKACHI - PM Jepang, Sanae Takaichi beri sinyal tegas, siap kerahkan pasukan bila Taiwan diserang China. Sikap keras PM Takaichi langsung memicu kecaman dan ancaman dari Beijing. 

Bagi China, Taiwan adalah bagian dari wilayahnya dan segala bentuk dukungan militer asing dianggap sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan.

Oleh karenanya China mengancam penempatan pasukan Jepang di Taiwan, negara tirai bambu itu bahkan memperingatkan dukungan militer terhadap Taiwan akan memicu konsekuensi serius.

Sebagai bentuk kekecewaan atas pernyataan PM Jepang, Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, belakangan memposting komentar bernada ancaman di platform X.

Dalam unggahan yang kemudian dihapus, Xue menulis ia “tidak ragu memenggal leher kotor itu tanpa ragu sedetik pun”, merujuk pada laporan berita mengenai pernyataan Takaichi.

Di Beijing, Wakil Menteri Luar Negeri China Sun Weidong memanggil Duta Besar Jepang Kenji Kanasugi untuk meminta klarifikasi langsung dari Tokyo.

Melalui pernyataannya, China mengajukan protes keras dan menuduh PM Takaichi menyampaikan “pernyataan keliru” mengenai isu Taiwan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan Beijing “tidak akan mentolerir” komentar tersebut dan mendesak Jepang segera menarik ucapan yang dianggap tidak berdasar itu.

Meski mendapat tekanan diplomatik, Takaichi menolak menarik kembali pernyataannya.

Ia menegaskan pandangannya sejalan dengan kebijakan Jepang yang melihat setiap ancaman terhadap Taiwan sebagai ancaman terhadap keamanan Jepang sendiri.

Namun ia mengakui akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan skenario tertentu di masa depan.

Takaichi selama ini dikenal sebagai figur garis keras terhadap China dan pendukung kuat Taiwan.

Ia secara rutin mengunjungi kuil Yasukuni dan terbuka mendukung peningkatan kerjasama keamanan dengan Taipei.

Sikap tersebut kini menempatkan Jepang dan China dalam salah satu ketegangan diplomatik paling tajam dalam beberapa tahun terakhir, di tengah situasi kawasan yang semakin sensitif.

(Tribunnews.com/Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved