Senin, 4 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

AS Ajukan Rencana Perdamaian 28 Poin: Ukraina Diminta Serahkan Wilayah ke Rusia?

Rencana perdamaian AS–Rusia bocor ke media dengan 28 poin usulan untuk mengakhiri perang, termasuk tuntutan konsesi wilayah dari Ukraina.

Tayang:
lowyinstitute.org/Britannica/kolase tribunnews
PUTIN DAN ZELENSKY - Foto dari lowyinstitute.org/Britannica/kolase Tribunnews, menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Terbaru, Amerika Serikat dikabarkan telah menyerahkan dokumen berisi 28 poin proposal perdamaian untuk menghentikan perang Rusia–Ukraina kepada Presiden Volodymyr Zelensky. 

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat disebut menyerahkan dokumen 28 poin proposal perdamaian Rusia–Ukraina kepada Zelensky.
  • Rencana ini dikritik karena memberi keuntungan besar bagi Rusia, termasuk pengakuan atas Krimea, Luhansk dan Donetsk, pembekuan garis kontak di wilayah lain, serta larangan Ukraina bergabung NATO.
  • Zelensky merespons diplomatis, namun analis menilai proposal itu mustahil diterima.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat dikabarkan telah menyerahkan dokumen berisi 28 poin proposal perdamaian untuk menghentikan perang Rusia–Ukraina kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Rencana itu belum diumumkan secara resmi.

Seorang pejabat Ukraina diyakini membocorkan detail dokumen ke media internasional.

Al Jazeera melaporkan rencana tersebut menuai kritik karena dianggap memberi terlalu banyak keuntungan bagi Rusia.

Inti dari proposal ini adalah membangun kesepakatan keamanan baru antara AS, Rusia, Eropa dan Ukraina.

Isinya mencakup pembatasan militer, jaminan keamanan, integrasi ekonomi, hingga rekonstruksi Ukraina pascaperang.

Isi paling kontroversial dari 28 poin proposal perdamaian perang Rusia-Ukraina adalah klausul terkait wilayah yang harus diserahkan Ukraina kepada Rusia.

Dalam dokumen itu, Krimea, Luhansk dan Donetsk akan diakui sebagai wilayah Rusia secara de facto, termasuk oleh AS.

Sementara Kherson dan Zaporizhia akan dibekukan berdasarkan garis kontak saat ini, sehingga Rusia mempertahankan wilayah yang sudah mereka kuasai.

Ukraina akan diminta mundur dari wilayah Donetsk yang masih dikuasai dan zona penyangga demiliterisasi didirikan di area tersebut, tanpa kehadiran pasukan Rusia maupun Ukraina.

Selain masalah wilayah, proposal tersebut mengatur bahwa Ukraina dilarang bergabung dengan NATO dan harus memasukkan ketentuan itu ke dalam konstitusi.

Sementara itu NATO dijamin tidak akan memperluas kehadiran militernya ke Ukraina.

Baca juga: Rusia Rebut Kupiansk: Moskow Bisa Kepung Kota Terbesar Kedua Ukraina dari Empat Penjuru 

NATO setuju untuk tidak menempatkan pasukan di wilayah Ukraina, dan jet tempur Eropa akan ditempatkan di Polandia, meski rincian teknisnya masih kabur.

Proposal itu juga menyentuh aspek ekonomi.

Aset Rusia yang dibekukan senilai 100 miliar ditambah 100 miliar dolar Amerika dari Eropa akan digunakan untuk rekonstruksi Ukraina, dan AS akan menerima 50 persen keuntungan dari proyek tersebut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved