Konflik China dan Taiwan
Taiwan Siapkan Dana Perang Rp663 Triliun, Ancang-ancang Hadapi Potensi Invasi Tiongkok
Taiwan tambah anggaran militer raksasa hingga Rp663T untuk hadapi ancaman China. Ketegangan memuncak, dukungan AS ikut memperkuat barisan.
Ringkasan Berita:
- Taiwan meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 40 miliar dolar AS untuk membeli senjata modern, memperkuat sistem keamanan, dan mempersiapkan kesiapan tempur maksimal pada 2027 sebagai antisipasi invasi Tiongkok.
- Tambahan anggaran ini membuat belanja militer Taiwan mencapai 3,32 persen PDB pada 2026, tertinggi sejak 2009.
- China merespons keras kebijakan tersebut, kembali menegaskan Taiwan bagian dari wilayahnya dan berkomitmen menghancurkan setiap bentuk campur tangan asing.
TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Taiwan mengumumkan rencana penambahan anggaran militer sebesar 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp633 triliun (kurs Rp16.670)
Keputusan ini diumumkan Presiden Taiwan Lai Ching-te pada Rabu (26/11/2025).
Dalam keterangan resmi yang dikutip dari Reuters, Presiden Lai Ching-te menjelaskan investasi besar sengaja dilakukan agar Taiwan bisa membeli lebih banyak senjata modern.
Serta memperkuat sistem keamanan, dan meningkatkan kemampuan tempur prajuritnya jika suatu hari terjadi serangan atau invasi dari Tiongkok.
Mengingat selama lebih dari tujuh dekade hubungan kedua negara terus memanas, akibat keputusan Taiwan memisahkan diri setelah perang saudara pada 1949 silam.
Taiwan menganggap dirinya telah berkembang sebagai negara demokratis, namun China tetap menganggap pulau itu wilayahnya.
Bahkan, Beijing semakin aktif melakukan tekanan militer melalui patroli kapal perang dan penerbangan jet tempur di sekitar Taiwan.
Meningkatnya ancaman tersebut mendorong Presiden Lai Ching-te memperkuat kemampuan tempur dan mempercepat modernisasi senjata dengan target kesiapan maksimal pada 2027.
Kebijakan ini menjadi sinyal tegas bahwa Taiwan tidak ingin lengah dan memilih memperkuat pertahanan sebagai tameng utama jika konflik meluas.
Taiwan tidak ingin hanya bergantung pada bantuan negara lain jika terjadi konflik, sehingga persiapan mandiri dianggap sangat penting.
“Dana miliaran dolar itu diarahkan untuk “mempertahankan Taiwan yang demokratis,” tegas Lai.
“Tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal keamanan nasional,” imbuhnya.
Baca juga: Jepang Kerahkan Rudal ke Pulau Dekat Taiwan, Siaga Perang Lawan China
Anggaran Pertahanan Naik Tertinggi Sejak 2009
Data resmi menunjukkan bahwa tambahan dana pertahanan senilai 40 miliar dolar AS mendorong PDB Taiwan pada 2026 melesat tajam mencapai 3,32 persen.
Jadi anggaran pertahanan tertinggi sejak 2009. Presiden Lai bahkan menargetkan peningkatan hingga 5 persen PDB pada tahun 2030, yang menunjukkan skala keseriusan pembaruan militernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/militer-taiwan-sedang-berpatroli-untuk-mengantisipasi-serangan-china-8tyh.jpg)