Kamis, 30 April 2026

Konflik Indo Pasifik

Taiwan Bikin Sejarah, Belanja Senjata AS Gila-gilaan untuk Hadapi Ancaman China

Konflik di Indo-Pasifik antara China dan Taiwan menyulut keterlibatan Jepang yang menilai Beijing sebagai ancaman karena mau menaklukkan Taipe.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/ANews
UKIR SEJARAH - Tentara Taiwan di sebuah pangkalan militer negara tersebut. Taiwan dilaporkan membuat sejarah dengan menganggarkan dana sebesar Rp 665 Triliun untuk belanja pertahanan keamanan dan pertahanan seiring meningkatnya ancaman penaklukan oleh China. 

Taiwan Bikin Sejarah Anggaran Pertahanan Sebesar Rp 665 Triliun untuk Hadapi Ancaman China

Ringkasan Berita:
  • Taiwan sedang mempersiapkan anggaran tambahan delapan tahun sebesar $40 miliar dolar AS (Rp 665,25 triliun).
 
  • Langkah ini dikatakan Presiden Lai Ching-te sebagai manuver yang menggarisbawahi komitmen negara itu untuk melindungi demokrasinya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Taiwan dilaporkan menyiapkan anggaran tambahan sebesar 1,25 triliun dolar Taiwan Baru (US$40 miliar atau setara Rp 665 Triliun) untuk bidang militer dan pertahanan dalam delapan tahun ke depan. 

Anggaran ini menjadi yang terbesar dalam sejarah pemerintahan di pulau tersebut soal alokasi belanja militer dan pertahanan.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te mengatakan hal ini menggarisbawahi komitmen negaranya untuk menjaga demokrasinya.

Baca juga: Taiwan Siaga Perang Lawan China, Kirim 11 Juta Buku Panduan ke Warga Berisi Langkah Darurat

"Berinvestasi dalam pertahanan berarti berinvestasi dalam keamanan dan perdamaian," ujar Lai dalam konferensi pers, Rabu (26/11/2025).

Lai mengatakan kalau seiring Tiongkok meningkatkan tekanan militer, negara-negara Indo-Pasifik yang demokratis—termasuk Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan Australia—sedang membentuk konsensus tentang "pertahanan rantai pulau dan tanggung jawab bersama,".

Hal itu, kata dia, lewat cara meningkatkan anggaran pertahanan untuk melawan ancaman Tiongkok.

Tentara Taiwan di sebuah pangkalan militer
UKIR SEJARAH - Tentara Taiwan di sebuah pangkalan militer negara tersebut. Taiwan dilaporkan membuat sejarah dengan menganggarkan dana sebesar Rp 665 Triliun untuk belanja pertahanan keamanan dan pertahanan seiring meningkatnya ancaman penaklukan oleh China.

Beli Senjata AS

Presiden Lai menambahkan, Taiwan bermaksud menggunakan dana yang direncanakan untuk tahun 2026-2033 untuk membiayai pembelian senjata baru dari Amerika Serikat dan memperkuat kemampuan pertahanan asimetrisnya.

Itu artinya, Taiwan akan jor-joran membeli peralatan tempur dari AS, termasuk jet dan sistem pertahanan udara untuk menangkal ancaman China.

Tiongkok menganggap pulau yang diperintah secara demokratis ini, yang telah memerintah sendiri selama beberapa dekade, sebagai bagian dari wilayahnya dan berupaya untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya—jika perlu, dengan cara militer.

Lai menulis dalam kolom Washington Post yang terbit pada hari Selasa bahwa anggaran pertahanan Taiwan diperkirakan akan meningkat menjadi 3,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2026, dengan tujuan jangka panjang untuk meningkatkannya menjadi 5 persen pada tahun 2030 – yang ia gambarkan sebagai investasi militer berkelanjutan terbesar dalam sejarah modern Taiwan.

Rencana pengeluaran tersebut masih harus disetujui oleh parlemen, yang saat ini didominasi oleh oposisi, terutama Kuomintang yang pro-Tiongkok.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mendesak Taiwan untuk berinvestasi lebih banyak dalam militernya sendiri.

Institut Amerika di Taiwan (AIT), kedutaan besar AS de facto di Taipei, mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka menyambut baik pengumuman Lai tentang anggaran pertahanan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved