Senin, 8 Juni 2026

Turki Siapkan Kubah Baja, Apa Beda Steel Dome dan Iron Dome Israel?

Steel Dome ini membuat Turki dalam sorotan khususnya terkait pertahanan udara yang disebut-sebut mirip dengan milik Israel,  Iron Dome

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/ANews
STEEL DOME - Gambar ilustrasi perangkat dari sistem pertahanan udara terpadu Turki yang dikenal sebagai Steel Dome. Dalam upaya besar untuk meningkatkan keamanan nasional, Turki telah menandatangani kontrak senilai sekitar $ 6,5 miliar untuk sistem pertahanan udara ini. 

Turki Siapkan Kubah Baja, Apa Beda Steel Dome dan Iron Dome Israel?

TRIBUNNEWS.COM - Dalam upaya besar untuk meningkatkan keamanan nasional, industri pertahanan Turki telah menandatangani kontrak senilai sekitar $6,5 miliar atau setara Rp 108,1 triliun untuk memperkuat sistem pertahanan udara terpadu negara tersebut, yang dikenal sebagai "Steel Dome" atau Kubah Baja.

Kontrak bernilai fantastis ini ditandatangani untuk produksi serial sistem rudal dan pertahanan baru guna memperkuat sistem pertahanan udara berlapis 'Iron Dome' ala Israel milik Turki.

"Kesepakatan tersebut diselesaikan selama "Upacara Penandatanganan Sistem Pertahanan Udara dan Rudal," yang diselenggarakan di bawah koordinasi Presidensi Industri Pertahanan (SSB)," tulis laporan ANews, dikutip Rabu (26/11/2025).

Baca juga: Turki Beli 20 Jet Eurofighter Typhoon Inggris, Kontrak Tembus Rp174,9 T

Acara tersebut, yang dihadiri oleh perwakilan terkemuka dari sektor pertahanan, menandai langkah penting dalam penerapan proyek strategis yang dirancang untuk melindungi wilayah udara Turki.

Menurut laporan resmi, kontrak-kontrak tersebut berfokus pada pengembangan dan pengerahan sistem pertahanan udara dan rudal baru.

"Investasi sebesar $6,5 miliar ini menggarisbawahi komitmen Turki untuk mencapai jaringan pertahanan berlapis yang terintegrasi penuh dan mampu menetralisir berbagai ancaman udara," kata laporan.

Dalam upacara tersebut, Presiden Badan Industri Pertahanan Republik Turki, Haluk Görgün membahas kelanjutan proses yang cermat untuk mengubah keputusan yang dibuat di Komite Eksekutif Industri Pertahanan menjadi kontrak.

Görgün, mengingat keputusan yang dibuat pada rapat komite eksekutif baru-baru ini, khususnya mengenai pengadaan sistem ofensif dan sistem pertahanan udara untuk tentara Turki yang heroik, menyatakan:

"Dalam proses ini, perusahaan kami, Roketsan dan ASELSAN, telah menandatangani kontrak tidak hanya terkait sistem pertahanan udara yang telah mereka kembangkan dan tambahkan ke inventaris, baik jarak pendek maupun jarak jauh, tetapi juga terkait versi lanjutan dari sistem ofensif yang sebelumnya ditambahkan ke inventaris kami oleh Roketsan,".

Baterai dan peluncur rudal sistem pertahanan udara Israel yang masyhur dikenal sebagai Iron Dome. Tentara IDF menyatakan insiden di Nahariya, Galilea, wilayah pendudukan udara menyebabkan 13 orang pemukim Israel terluka.
Baterai dan peluncur rudal sistem pertahanan udara Israel yang masyhur dikenal sebagai Iron Dome. Tentara IDF menyatakan insiden di Nahariya, Galilea, wilayah pendudukan udara menyebabkan 13 orang pemukim Israel terluka. (khaberni)

Beda Iron Dome dan Steel Dome

Langkah pertahanan Steel Dome ini membuat Turki dalam sorotan khususnya terkait pertahanan udara yang disebut-sebut mirip dengan milik Israel,  Iron Dome.

Hubungan dua negara yang cenderung penuh friksi khususnya mengenai isu Palestina dan Gaza menambah panasnya perbandingan kedua sistem pertahanan udara ini.

Meski sering disebut dalam konteks serupa, keduanya memiliki fungsi, tingkat kematangan teknologi, serta orientasi strategis yang berbeda.

Iron Dome, dikembangkan Israel bersama perusahaan pertahanan Rafael, telah beroperasi sejak 2011.

Sistem ini dirancang untuk mencegat roket jarak pendek, artileri, dan mortir yang ditembakkan ke kawasan permukiman atau fasilitas vital.

Dalam lebih dari satu dekade, Iron Dome telah diuji dalam berbagai konflik, termasuk serangan roket intens dari Gaza maupun Lebanon, dan dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan titik (point defense) paling efektif di dunia.

Salah satu kekuatan Iron Dome terletak pada radar EL/M-2084 AESA yang mampu menghitung lintasan roket dan memprediksi titik jatuhnya.

Sistem hanya meluncurkan rudal Tamir untuk ancaman yang dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan, sehingga mengurangi biaya pertempuran yang kerap menjadi sorotan dalam operasi pertahanan udara.

Di sisi lain, Steel Dome—dikenal juga sebagai Çelik Kubbe—merupakan proyek baru yang diumumkan pemerintah Turki pada 2024.

Sistem ini belum beroperasi dan masih berada dalam tahap pengembangan oleh industri pertahanan Turki seperti ASELSAN dan Roketsan.

Tidak seperti Iron Dome, Steel Dome dirancang sebagai bagian dari payung pertahanan nasional berlapis, yang mencakup kemampuan menghadapi rudal balistik jarak pendek, drone, UAV swarm, hingga roket.

Meski detail teknis Steel Dome belum dipublikasikan secara penuh, sistem ini diperkirakan akan bekerja pada jangkauan lebih jauh dibanding Iron Dome, dan menjadi lapisan tambahan dari sistem pertahanan jarak menengah dan jauh yang telah dikembangkan Turki, seperti keluarga rudal Hisar dan Siper.

Keberadaan dua sistem ini mencerminkan perbedaan kebutuhan strategis kedua negara. Israel berfokus pada pertahanan terhadap serangan roket jarak dekat yang berfrekuensi tinggi dari kawasan perbatasan.

Turki, sebaliknya, menyiapkan arsitektur pertahanan jangka panjang untuk menghadapi ancaman rudal balistik dan serangan udara modern yang semakin kompleks.

Sementara Iron Dome sudah menjadi referensi global dalam operasi real combat, Steel Dome masih harus membuktikan efektivitasnya ketika memasuki fase uji lapangan.

Namun pengembangan ini menandai ambisi Turki meningkatkan kemandirian teknologi pertahanan dan memperkuat posisi sebagai pemain penting dalam industri pertahanan global.

Steel Dome Turki
STEEL DOME - Gambar ilustrasi perangkat dari sistem pertahanan udara terpadu Turki yang dikenal sebagai Steel Dome. Dalam upaya besar untuk meningkatkan keamanan nasional, Turki telah menandatangani kontrak senilai sekitar $ 6,5 miliar untuk sistem pertahanan udara ini.

Perbandingan Iron Dome Israel dan Steel Dome Turki:

1. Status Pengembangan

  • Iron Dome (Israel):

Sudah operasional sejak 2011.

Teruji dalam berbagai konflik berskala besar.

  • Steel Dome (Turki):

Masih dalam tahap pengembangan.

Diumumkan pemerintah Turki pada 2024, belum digunakan di medan tempur.
 
2. Jenis Ancaman

  • Iron Dome:

Fokus pada roket jarak pendek, mortir, dan artileri.

Versi terbaru mampu menargetkan UAV kecil.

  • Steel Dome:

Ditujukan untuk menghadapi rudal balistik jarak pendek, roket, drone swarm, dan ancaman udara yang lebih kompleks.
 
3. Jangkauan Operasi

  • Iron Dome:

Jangkauan intersepsi 4–70 km.

Efektif untuk pertahanan area terbatas dan padat penduduk.

  • Steel Dome:

Jangkauan belum diumumkan, namun diperkirakan lebih luas.

Dirancang sebagai bagian dari payung pertahanan nasional berlapis.
 
4. Teknologi Radar

  • Iron Dome:

Menggunakan radar EL/M-2084 AESA.

Mampu memprediksi titik jatuh roket dan menentukan ancaman prioritas.

  • Steel Dome:

Berpotensi memakai radar Turki seperti Kalkan-II atau Ahtapot.

Belum ada spesifikasi resmi yang dipublikasikan.
 
5. Rudal Interceptor

  • Iron Dome:

Menggunakan rudal Tamir.

Efisien untuk mencegat roket jarak dekat dengan manuver tinggi.

  • Steel Dome:

Interceptor belum diumumkan, kemungkinan turunan dari keluarga Hisar atau Siper.
 
6. Konsep Operasi

  • Iron Dome:

Sistem point defense, melindungi area kecil dari serangan roket sporadis.

  • Steel Dome:

Sistem pertahanan strategis nasional, melindungi kota besar, pangkalan, dan infrastruktur vital.
 
7. Tingkat Kematangan Sistem

  • Iron Dome:

Sudah matang, terbukti efektif di medan tempur.

  • Steel Dome:

Baru pada tahap awal. Performa nyata belum teruji.
 
8. Latar Belakang Strategis

  • Israel:

Menghadapi ancaman roket jarak dekat berfrekuensi tinggi.

  • Turki:

Mempersiapkan pertahanan terhadap ancaman rudal dan serangan udara modern di kawasan regional.

 

 

(oln/an/Defense News, The Jerusalem Post, Anadolu/*)


 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved