Senin, 27 April 2026

PM Takaichi Kena Ultimatum Trump: Tahan Diri, Jangan Sentuh China soal Taiwan!

Presiden AS Donald Trump meminta PM Jepang Takaichi menahan diri dan tidak memprovokasi China soal Taiwan, agar tensi kawasan tidak meningkat

Mainichi
TRUMP ULTIMATUM TAKAICHI - PM Jepang Sanae Takaichi (kiri) dan Presiden Donald Trump (kanan). Trump meminta PM Jepang Takaichi menahan diri dan tidak memprovokasi China soal Taiwan, setelah pernyataan Takaichi mengenai kemungkinan respons militer Tokyo jika terjadi invasi Beijing ke Taiwan memicu ketegangan. 

Ringkasan Berita:
  • Trump meminta PM Jepang Takaichi menahan diri dan tidak memprovokasi China soal Taiwan, setelah pernyataan Takaichi mengenai kemungkinan respons militer Tokyo jika terjadi invasi Beijing ke Taiwan memicu ketegangan.
  • Beijing bereaksi keras, Jepang terdampak secara ekonomi dan diplomatik, termasuk pembatasan impor, pembatalan agenda budaya, hingga penurunan kunjungan wisatawan.
  • Trump memilih jalur aman agar tensi tidak berkembang menjadi konflik yang melibatkan sekutu dan memicu krisis kawasan.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan ultimatum kepada Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae agar menahan diri dan tidak memprovokasi China dalam isu sensitif mengenai Taiwan.

Ultimatum itu diungkap Trump dalam percakapan telepon resmi, tepat setelah Takaichi melontarkan komentar terkait invasi China terhadap Taiwan yang akan memicu respons militer Tokyo.

Dalam pandangan Takaichi, jika terjadi eskalasi atau bahkan invasi Tiongkok ke Taiwan, Jepang akan berada pada posisi terdekat dan paling terdampak, baik secara keamanan maupun ekonomi.

Lantaran Taiwan hanya berjarak sekitar 110 kilometer dari Kepulauan Ryukyu, wilayah yang menjadi salah satu titik pertahanan Jepang.

Oleh karenanta Takaichi menegaskan bahwa kemungkinan respons militer Tokyo bukan sebagai bentuk ancaman langsung, tetapi sebagai penegasan bahwa Jepang memiliki kepentingan vital dalam menjaga stabilitas strategis di wilayah tersebut.

Namun pernyataan itu memicu reaksi keras dari Beijing, mengingat Taiwan merupakan salah satu topik paling sensitif dan menjadi sumber ketegangan diplomatik antara China dengan negara-negara pendukung Taipei.

Meskipun belum ada perang, China mengecam pernyataan itu sebagai “pelanggaran serius terhadap prinsip Satu China” dan meminta Tokyo menarik komentarnya.

Situasi semakin tegang karena China mengambil langkah-langkah ekonomi dan diplomatik.

Diantaranya seperti memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang, membatasi impor makanan laut Jepang, dan membatalkan konser artis Jepang.

Semua langkah ini memicu efek ekonomi dan sosial di Jepang, pasalnya wisatawan China merupakan kelompok wisatawan asing terbesar di Jepang, dengan 7,49 juta kunjungan selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Baca juga: Trump Klaim Hubungan Jepang–China Aman Terkendali Pastikan Perang Tak Akan Pecah di Asia

Mereka menghabiskan lebih dari satu miliar dolar AS per bulan pada kuartal ketiga, menyumbang hampir 30 persen dari total pengeluaran wisatawan di Jepang.

Trump Cari Aman

Mengantisipasi konflik yang semakin memanas, , Trump akhirnya turun tangan, meminta Takaichi agar “meredam nada komentar mengenai Taiwan”.

Meski begitu, sumber yang dikutip WSJ menegaskan bahwa arahan Trump bersifat halus dan tidak mengandung tekanan langsung agar Jepang menarik pernyataan sebelumnya.

Trump hanya meminta agar isu tersebut tidak dibesar-besarkan, karena dinilai memiliki potensi memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas.

Washington disebut tengah cari aman, berhati-hati menjaga stabilitas hubungan dengan Beijing, terutama setelah kedua negara mencapai kesepakatan dagang penting sebulan lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved