Kamis, 30 April 2026

Renovasi pasca Dibobol Maling, Museum Louvre Prancis Naikkan HTM hingga 45 Persen Bagi Warga Non-EU

Kenaikan HTM ini diproyeksikan untuk memerbaiki infrastrukur lemah Louvre yang sempat dibobol maling pada Oktober Lalu

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
Foto arsipTribunnews.com, 4 Maret 2020 COPYRIGHT: AFP/PHILIPPE LOPEZ
MUSEUM LOUVRE - Pengunjung mengantri di pintu masuk utama Piramida (Museum Louvre) di Paris, Rabu (4/03/2020). Museum Louvre di Paris yang paling banyak dikunjungi, dan dibuka kembali setelah tutup dua hari, karena banyak staf menolak untuk bekerja karena ketakutan akan virus corona. Foto arsipTribunnews.com, 4 Maret 2020 (AFP/Philippe LOPEZ) 

Ringkasan Berita:
  • Museum Louvre menaikkan harga tiket hingga 45 persen bagi wisatawan non-Uni Eropa mulai 14 Januari 2026
  • Pengunjung asal EU di luar wilayah ekonomi eropa seperti Islandia, Norwegia, dan Liechtenstein harus membayar tambahan 10 euro
  • Kenaikan harga tiket dipicu kebutuhan peningkatan keamanan dan fasilitas setelah pencurian perhiasan senilai 102 juta dolar pada Oktober
  • Kebijakan ini mendapat dukungan dari sejumlah institusi budaya lainnya, termasuk Kastil Chambord yang juga berencana menaikkan HTM


TRIBUNNEWS.COM - 
Museum Louvre di Paris memastikan bahwa pihaknya akan menaikkan harga tiket masuk (HTM) sebesar 45 persen bagi sebagian besar pengunjungnya yang merupakan wisatawan non-Uni Eropa .

Adapun pengumuman yang disampaikan oleh Dewan Pengelola Louvre pada Kamis ini (27/11/2025) dilakukan untuk membiayai renovasi gedung yang kondisi fisiknya dinilai sudah lama memburuk.

Sorotan terhadap buruknya infrastruktur di Museum Louvre ini pun kian terpapar terutama setelah terjadinya pencurian perhiasan senilai 102 juta dolar pada Oktober lalu.

Dewan Pengelola Louvres menyebut kenaikan harga tiket ini mulai berlaku pada awal tahun 2026 mendatang.

Melalui kebijakan yang diperkirakan mulai berlaku pada 14 Januari 2026 ini, wisatawan dari negara-negara luar eropa seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok harus membayar 32 euro atau sekitar Rp 618 ribu untuk memasuki museum tersebut.

Sementara itu, pengunjung dari luar Wilayah Ekonomi Eropa yang mencakup negara-negara anggota UE juga akan mendapatkan biaya masuk tambahan.

Warga yang berasal dari Islandia, Norwegia, dan Liechtenstein nantinya akan dikenai tambahan biaya 10 euro untuk memasuki museum paling ramai dikunjungi di dunia ini.

Wisatawan non-UE yang tergabung dalam rombongan dengan pemandu terakreditasi juga akan membayar 28 euro mulai tahun depan, demikian keterangan resmi Louvre kepada BBC.

Kenaikan HTM ini diproyeksikan menghasilkan pemasukan 15–20 juta euro per tahun guna mendanai pembaruan fasilitas galeri terkenal tersebut.

Keamanan dan manajemen Louvre sendiri telah mendapat kritik tajam setelah aksi pencurian yang dilakukan oleh empat orang terkuak pada Oktober lalu.

Komplotan tersebut dikabarkan berhasil membawa kabur perhiasan bernilai 102 juta dolar dalam hitungan menit dari Museum Louvre.

Audit resmi yang diterbitkan tak lama setelah insiden tersebut mengungkap sistem keamanan Louvre yang tidak memadai serta infrastruktur gedung yang sudah menua menjadi penyebab utama kejadian tersebut.

Baca juga: 4 Tersangka Baru Ditangkap Terkait Perampokan Permata Rp1,7 Triliun di Museum Louvre

Tahun lalu, Louvre dikunjungi hampir 9 juta orang, sebagian besar berasal dari luar negeri.

Lebih dari sepuluh persen pengunjungnya berasal dari AS dan sekitar 6 persen dari Tiongkok.

Sejak lama, telah muncul tuntutan untuk meningkatkan kapasitas museum dalam menampung pengunjung, mengingat keluhan kerap muncul terkait sesaknya galeri dan antrean panjang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved