Konflik China dan Taiwan
Taiwan Resmi Cekal Aplikasi Media Sosial Xiaohongshu asal China
Pencekalan ini sendiri dilakukan pemerintah Taiwan setelah pihak berwenang menemukan 1.706 kasus penipuan sejak tahun 2024.
Ringkasan Berita:
- Taiwan memblokir sementara akses ke aplikasi media sosial Xiaohongshu asal Tiongkok pada Kamis ini (4/12/2025).
- Pencekalan diumumkan setelah Biro Investigasi Kriminal Taiwan (CIB) mendeteksi 1.706 kasus penipuan belanja daring sejak 2024 di Xiaohongshu.
- Adapun kerugian finansial yang terjadi ditafsirkan melebihi angka NT$247 juta atau sekitar Rp131,43 Miliar.
- Perintah penangguhan dan pembatasan Xiaohongshu berlaku selama satu tahun karena potensi aplikasi tersebut menjadi area untuk penipuan
TRIBUNNEWS.COM - Pihak pemerintah Taiwan mengumumkan pemblokiran sementara akses terhadap aplikasi media sosial asal Tiongkok yang populer di negerinya yakni, Xiaohongshu.
Dikutip dari CNA, langkah tegas ini diambil oleh Taiwan setelah pihaknya mendeteksi ratusan kasus penipuan belanja daring yang terjadi pada aplikasi tersebut.
Adapun temuan ini disampaikan Biro Investigasi Kriminal Taiwan (CIB) pada Kamis ini (4/12/2025).
Platform mirip Instagram dan dikenal dalam bahasa Inggris sebagai RedNote ini sendiri diluncurkan di Shanghai pada tahun 2013 lalu.
Mengalahkan popularitas Instagram di kawasan Tiongkok, aplikasi yang dicetuskan Mao Wenchao dan Qu Fang ini memiliki ratusan juta pengguna aktif bulanan di negeri tirai bambu.
Namun demikian akibat pencekalan ini, setidaknya lebih dari tiga juta pengguna Xiahongshu yang berdomisili di Taiwan akan kehilangan akses ke aplikasi tersebut dengan kurun waktu yang belum dapat dipastikan.
Pencekalan ini sendiri dilakukan pemerintah Taiwan setelah pihak berwenang menemukan 1.706 kasus penipuan sejak tahun 2024.
Total kerugian yang terjadi akibat kasus penipuan di Xiaohongshu ini sendiri mencapai angka nominal melebihi NT$247 juta atau sekitar Rp131,43 miliar.
"Sementara ini perintah telah dikeluarkan untuk menangguhkan dan membatasi akses internet ke aplikasi Xiaohongshu selama periode satu tahun," demikian pernyataan biro tersebut.
CIB juga menambahkan bahwa pencekalan tersebut harus dilakukan mengingat potensi aplikasi tersebut untuk menjadi area berisiko tinggi untuk penipuan belanja daring sangatlah tinggi.
Meskipun pernyataan tersebut tidak menyebutkan kapan perintah tersebut akan mulai berlaku, seorang pejabat mengisyaratkan bahwa hal itu dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Tindakan lebih lanjut akan dipertimbangkan berdasarkan apakah perusahaan merespons dengan itikad baik, secara aktif bekerja sama dengan hukum dan peraturan yang relevan, dan menjamin keselamatan pengguna Taiwan." lanjut CIB dalam rilisnya
Baca juga: Mengenal Xiaohongshu atau RedNote, Aplikasi Pengganti TikTok yang Terancam Diblokir di AS
Xiaohongshu sendiri juga pernah bermasalah dengan regulator di negara asalnya yakni di Tiongkok.
Administrasi Ruang Siber Tiongkok, pada bulan September lalu juga menyatakan telah memberikan peringatan dan hukuman keras kepada para pimpinan Xiaohongshu terkait konten daringnya.
Adapun fokus hukuman pemerintah Tiongkok kepada Xiaohongshu lebih difokuskan pada topik terkait unggahan yang dianggap "negatif" bagi negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RedNote.jpg)