Konflik China dan Taiwan
Taiwan Resmi Cekal Aplikasi Media Sosial Xiaohongshu asal China
Pencekalan ini sendiri dilakukan pemerintah Taiwan setelah pihak berwenang menemukan 1.706 kasus penipuan sejak tahun 2024.
Sebelumnya, Kementerian Urusan Digital Taiwan juga telah mengeluarkan peringatan kepada lima aplikasi Tiongkok, termasuk Xiaohongshu dan platform micro-blogging Weibo pada hari Rabu (3/12/2025).
Adapun peringatan ini diberikan karena lima aplikasi tersebut dituding menimbulkan risiko keamanan siber bagi penggunanya.
Menurut kementerian tersebut, hasil analisis menunjukkan aplikasi-aplikasi tersebut secara diam-diam mengumpulkan informasi sensitif dan "mengakses fitur biometrik serta mengekstrak informasi sistem milik penggunanya
Kekhawatiran yang berkembang di Taiwan adalah bahwa Beijing menggunakan media sosial untuk memengaruhi pandangan masyarakat Taiwan agar lebih berpihak kepada Tiongkok.
Selain itu warga Taiwan juga khawatir bahwa Xiaohongshu akan dimanfaatkan Tiongkok untuk menyebarkan disinformasi.
Hubungan Tiongkok dan Taiwan sendiri belakangan ini kian memanas setelah pemerintahan Xi Jinping mengklaim pulau yang berada di timur negaranya ini sebagai bagian dari wilayahnya.
Tiongkok juga telah mengeluarkan sejumlah ancaman untuk menggunakan kekerasan guna menganeksasi (mengambil alih) wilayah tersebut.
Apa Itu Xiaohongshu?
Xiaohongshu, yang secara harfiah berarti "Buku Merah Kecil" dalam bahasa Mandarin, adalah platform media sosial dan e-commerce asal China yang semakin populer di seluruh dunia.
Di luar negeri, terutama di kalangan pengguna Amerika Serikat, aplikasi ini sering disebut sebagai Rednote atau "Red Note".
Aplikasi ini mirip dengan kombinasi Instagram dan Pinterest, dengan fokus utama pada konten gaya hidup, tips belanja, dan berbagi pengalaman sehari-hari.
Sejak awal 2025, Xiaohongshu mengalami lonjakan unduhan global, terutama setelah kekhawatiran penutupan TikTok di AS, menjadikannya alternatif menarik bagi "pengungsi TikTok".
Xiaohongshu sendiri didirikan pada tahun 2013 di Shanghai oleh dua pengusaha China, Mao Wenchao dan Qu Fang.
Awalnya, aplikasi ini bernama "Hong Kong Shopping Guide" dan dirancang untuk membantu turis China dalam berbelanja di luar negeri, dengan menyediakan panduan PDF berbasis rekomendasi.
Nama "Xiaohongshu" sendiri terinspirasi dari warna merah yang menjadi ciri khas Stanford Graduate School of Business yang merupakan tempat di mana Mao menempuh pendidikan.
Meskipun nama ini mirip dengan "Little Red Book" yang merupakan buku kutipan Mao Zedong, pendiri Xiaohongshu sendiri menegaskan bahwa penamaan aplikasinya tak memiliki referensi politik sama sekali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RedNote.jpg)