Konflik Suriah
Presiden Suriah Al-Sharaa Kecam Agresi Israel dan Bahas Pemilu 5 Tahun
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengecam agresi Israel dan menegaskan pemilu nasional akan digelar dalam lima tahun masa transisi.
Ringkasan Berita:
- Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengecam serangan Israel yang memicu ketegangan regional dan mengalihkan perhatian dari pembantaian di Gaza.
- Ia menegaskan Suriah diserang, menuntut Israel mematuhi Perjanjian 1974, dan menolak label “revolusi Sunni”.
- Al-Sharaa menyoroti persatuan nasional, perlindungan hak perempuan, dan menegaskan pemilu legislatif akan digelar dalam lima tahun, dengan fokus pada penguatan lembaga negara, bukan kekuasaan individu.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengecam serangkaian serangan Israel yang disebutnya memicu ketegangan regional dan mengalihkan perhatian dari “pembantaian mengerikan” di Gaza.
Peringatan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Christiane Amanpour pada program Newsmaker CNN di Forum Doha, Sabtu (6/12/2025).
Al Jazeera melaporkan wawancara tersebut diterbitkan pada 6 Desember 2025.
Al-Sharaa menuduh para pemimpin Israel “mengekspor krisis” ke negara lain dengan memanfaatkan dalih keamanan pasca serangan 7 Oktober.
“Israel telah menjadi negara yang berperang melawan hantu,” ujarnya, dikutip Al Jazeera.
Sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel meningkatkan operasi militernya di Suriah, termasuk serangan udara yang menewaskan ratusan orang dan operasi darat di wilayah selatan.
PressBee melaporkan pasukan Israel juga mendirikan pos pemeriksaan baru serta menahan warga Suriah secara ilegal.
Bulan lalu, sedikitnya 13 warga tewas di Beit Jinn, Damaskus pedesaan, setelah serangan Israel.
“Kami sudah mengirim pesan positif soal perdamaian dan stabilitas regional, tetapi Israel membalas dengan kekerasan ekstrem,” kata al-Sharaa.
Al-Sharaa menyatakan Israel harus kembali ke garis posisi sebelum runtuhnya rezim Assad dan mematuhi Perjanjian Pelepasan 1974 yang menetapkan zona penyangga di Dataran Tinggi Golan.
Ia memperingatkan upaya mengubah pengaturan itu dapat membawa kawasan masuk ke “situasi serius dan berbahaya”.
Baca juga: Trump Peringatkan Israel agar Tak Ikut Campur di Suriah, Klaim demi Perdamaian Timur Tengah
Pernyataan ini muncul setelah PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan baru dengan Suriah “sudah dalam jangkauan”, termasuk pembentukan zona penyangga demiliterisasi dari Damaskus hingga Jabal al-Sheikh.
Namun al-Sharaa menegaskan, “Suriahlah yang diserang Israel, bukan sebaliknya.”
Terkait persatuan nasional, al-Sharaa menyebut Suriah “sedang menjalani masa terbaiknya”, meski tantangan masih besar.
Ia menolak anggapan bahwa perlawanan terhadap rezim Assad adalah “revolusi Sunni”, dengan menegaskan bahwa “semua komponen masyarakat Suriah adalah bagian dari revolusi”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pidato-Presiden-Sementara-Suriah-Ahmed-Al-Sharaa-tentang-bentrokan-di-Latakia-dan-Tartous.jpg)