Selasa, 9 Juni 2026

Konflik Suriah

Presiden Suriah Pidato di Masjid Umayyah, Peringati Jatuhnya Rezim Assad

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa berpidato di Masjid Umayyah di Damaskus dalam peringatan setahun setelah jatuhnya rezim al-Assad.

Tayang:
Laman Presiden Suriah
PRESIDEN SURIAH - Foto diunduh dari website Presiden Suriah, Senin (8/12/2025). Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa bertemu dengan delegasi anggota komunitas Suriah di Washington pada 10 November 2025. Pada 8 Desember 2025, Ahmed Al-Sharaa memperingati setahun setelah jatuhnya rezim Assad. 
Ringkasan Berita:
  • Suriah memperingati setahun setelah jatuhnya rezim Assad.
  • Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa mengenakan seragam militer ketika sholat berjamaah di Masjid Umayyah di Damaskus.
  • Ahmed Al-Sharaa menyerukan pembangunan kembali Suriah menjadi negara kuat.

TRIBUNNEWS.COM - Dengan berseragam militer, Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengikuti sholat subuh berjamaah di Masjid Umayyah di Damaskus pada Senin (8/12/2025).

Pemimpin de facto Suriah itu juga berpidato setelah sholat berjamaah, memperingati setahun setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad.

Seragam militer berwarna hijau tua yang ia kenakan menjadi simbol kemenangan ketika pasukannya memasuki kota itu pada satu tahun lalu.

Dalam pidatonya, ia menegaskan tidak ada pihak yang akan menghalangi agenda pembangunan kembali Suriah.

"Rekonstruksi akan dilakukan dari utara hingga selatan, serta dari timur hingga barat," kata Ahmed al-Sharaa, menegaskan tujuannya untuk mengembalikan Suriah menjadi negara yang kuat.

Presiden Suriah itu menyebut bahwa fase berikutnya akan bertumpu pada dukungan bagi kelompok rentan dan penegakan keadilan.

"Fase saat ini membutuhkan penyatuan upaya seluruh warga negara untuk membangun Suriah yang kuat, memperkuat stabilitasnya, menjaga kedaulatannya, dan mencapai masa depan yang sepadan dengan pengorbanan rakyatnya," ujar al-Sharaa.

Di tengah pidatonya, Ahmed al-Sharaa membuka sebuah hadis berupa potongan kain Kiswah Ka'bah yang diberikan untuk peringatan di Arab Saudi.

Potongan Kiswah berhiaskan ayat-ayat Al-Qur'an itu kini berada di Masjid Umayyah di Damaskus untuk memperkuat ikatan persaudaraan dengan Mekkah.

Ia juga menyinggung peringatan revolusi di Suriah pada satu tahun lalu, mengingat momen pasukan revolusi yang memasuki Damaskus dari Masjid Umayyah.

Dalam kesempatan itu, Ahmed al-Sharaa juga berkeliling halaman Masjid Umayyah, yang menjadi simbol kemenangan atas rezim Assad, lapor Al Jazeera.

Baca juga: Satu Tahun setelah Jatuhnya Assad, Apa Saja yang Berubah di Suriah?

Penggulingan Rezim Assad

Satu tahun lalu pada 8 Desember 2024, kelompok milisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS) berhasil menggulingkan rezim Assad dalam serangan kilat.

Rezim tersebut berkuasa selama lebih dari 50 tahun di Suriah.

Sejak tahun 1971, Hafez Assad, ayah Bashar al-Assad berkuasa di Suriah.

Setelah Hafez meninggal dunia, pemerintahan Suriah kemudian diteruskan oleh Bashar al-Assad pada tahun 2000 hingga penggulingannya pada 2024.

Bashar al-Assad dan keluarganya dikabarkan melarikan diri ke Rusia setelah HTS dan milisi lainnya berhasil menggulingkan kekuasaannya.

Ahmed al-Sharaa yang memimpin HTS, kemudian ditunjuk sebagai presiden sementara Suriah pada Januari 2025.

Meskipun tumbangnya rezim Assad menjadi titik balik besar bagi Suriah, proses transisi politik di negara tersebut masih berlangsung rapuh dan dipenuhi berbagai tantangan.

Sepanjang tahun lalu, sejumlah komunitas minoritas agama menjadi target serangan, sementara Israel terus melancarkan operasi militernya di wilayah Suriah.

Kelompok Alawi—minoritas yang juga dianut oleh keluarga Assad—memilih tidak ikut serta dalam peringatan resmi pada Senin sebagai bentuk penolakan terhadap pemerintahan baru yang mereka nilai bersifat represif, lapor DW. 

Di sisi lain, administrasi Kurdi yang menguasai kawasan timur laut Suriah melarang seluruh kegiatan publik pada Minggu dan Senin karena alasan keamanan, sekaligus mempertahankan otonomi yang mereka bangun selama konflik.

Sementara itu, di wilayah selatan, masyarakat Druze di Provinsi Sweida tengah memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri, setelah ratusan warga tewas dalam bentrokan dengan pasukan pemerintah pada Juli lalu.

Mosaik politik Suriah pasca-Assad ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju stabilitas masih jauh dari kata selesai.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved