Sabtu, 9 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Trump Pening, Akui Stres Gegara Upaya Damai Rusia–Ukraina Buntu Total

Trump kejar terobosan damai Rusia–Ukraina demi stabilitas global dan citra politiknya, namun kebuntuan negosiasi membuat tekanan terhadap Gedung Putih

Tayang:
Facebook The White House
TRUMP FRUSTASI - Foto diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025), Trump kejar terobosan damai Rusia–Ukraina demi stabilitas global dan citra politiknya, namun kebuntuan negosiasi membuat tekanan terhadap Gedung Putih. 

Ringkasan Berita:
  • Trump mendesak langkah konkret untuk menghentikan perang Rusia–Ukraina karena ingin mencapai terobosan diplomatik besar dan memperbaiki stabilitas global.
  • AS menilai penyelesaian perang penting untuk meringankan beban anggaran, menjaga kekuatan aliansi Barat, dan menahan risiko eskalasi di Eropa Timur.
  • Keberhasilan damai akan menjadi modal politik kuat bagi Trump, yang ingin dikenal sebagai pemimpin yang mampu menyelesaikan konflik besar secara cepat dan pragmatis.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mulai “angkat tangan”, mengalami tekanan besar dalam upaya mendamaikan Rusia dan Ukraina.

Hal itu turut dikonfirmasi oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang menyebut Trump “sangat frustasi”.

Lantaran proses diplomasi kedua pihak berjalan lamban dan belum menunjukkan hasil nyata, meski berbagai dialog intens telah dilakukan dalam beberapa minggu terakhir.

Bahkan baru-baru ini melalui utusan khususnya, Steve Witkoff, yang disebut tengah berkomunikasi aktif dengan Rusia, Ukraina, dan Eropa hingga menghabiskan lebih dari 30 jam.

Namun Gedung Putih belum melihat tanda-tanda terobosan nyata. Situasi ini membuat Trump semakin tertekan, terutama ketika tekanan global meningkat agar AS mengambil peran lebih besar dalam mendorong penyelesaian konflik.

"Presiden sangat frustasi dengan kedua pihak dalam perang ini," kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan, dilansir AFP pada Jumat (12/12/2025).

"Dia tidak menginginkan pembicaraan lagi. Dia menginginkan tindakan. Dia ingin perang ini berakhir," ujarnya.

Meski Trump berulang kali menyatakan bahwa AS “sangat dekat” dengan kesepakatan damai, pengamat menilai pemerintahan Trump belum memberikan tekanan nyata kepada Moskow untuk mengakhiri konflik.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat negosiasi mandek dan menambah frustasi Presiden AS Donald Trump terhadap perkembangan diplomasi yang berjalan lambat.

Penyebab Upaya Damai Rusia–Ukraina Buntu

Adapun kebuntuan ini, menurut pejabat Gedung Putih, dipicu oleh beberapa faktor lainnya.

Baca juga: Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina Dipangkas Jadi 20 Poin, Zelensky akan Ungkap Isinya

Pertama, baik Rusia maupun Ukraina tidak menunjukkan kesiapan untuk melakukan konsesi yang dianggap krusial bagi perjanjian perdamaian.

Rusia tetap mempertahankan tuntutan wilayah yang telah mereka duduki, sementara Ukraina berkeras menolak menyerahkan satu inci pun kedaulatannya.

Kedua, proposal perdamaian yang diajukan oleh pihak AS dalam beberapa minggu terakhir memicu perbedaan pandangan.

Ini karena sejumlah proposal perdamaian yang diajukan AS ditolak oleh Kyiv. Presiden Volodymyr Zelensky disebut keberatan dengan skema perdamaian yang dinilai terlalu menguntungkan Moskow, sehingga mempersulit proses lobi Washington.

Seperti contoh saat Washington cuma ingin Ukraina yang menarik pasukan dari sebagian wilayah Donetsk timur, yang rencananya akan dijadikan zona demiliterisasi. Sementara Rusia tidak diminta demikian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved