Konflik Rusia Vs Ukraina
Trump: Penyelesaian Perang Rusia-Ukraina Kini Semakin Dekat
Presiden AS Donald Trump sebut kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina kini semakin dekat, setelah pertemuan tim ASEropa, Ukraina di Berlin.
Menurutnya, AS segera menyelesaikan perang Rusia dan Ukraina, tapi bagi Ukraina yang paling penting adalah kualitas kerangka perjanjian.
Dalam hal ini, ia berbicara tentang dokumen yang menetapkan syarat-syarat yang diajukan Ukraina, yang mirip dengan pasal lima NATO.
Pasal lima dalam Traktat NATO berisi kesepakatan antaranggota yaitu serangan bersenjata terhadap satu negara anggota NATO dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota NATO.
Ukraina mengincar komitmen serupa dengan mencari jaminan keamanan dari mitra AS dan Eropanya.
"Tim AS-Ukraina sangat dekat dengan jaminan keamanan yang kuat," kata Zelenskyy, dikutip dari Pravda.
Secara teoritis, Zelenskyy melihat perkembangan yang baik dalam pembicaraan itu namun tetap membutuhkan persetujuan Kongres AS.
-
Ukraina Siap Adakan Pemilu, tapi Ada Syaratnya
Zelenskyy mengatakan pemerintah negaranya siap menyelenggarakan pemilihan umum jika gencatan senjata tercapai.
"Isu yang sangat sensitif seperti pemilihan umum, seperti yang Anda ketahui, telah kita angkat di masyarakat karena Amerika Serikat yang memulainya. Hari ini saya sekali lagi menekankan kepada mitra kami: Saya siap untuk pemilihan umum," tegas Zelenskyy kepada wartawan, Senin (15/12/2025).
Zelenskyy kemudian menyebutkan syaratnya, yaitu agar rakyat Ukraina siap maka perlu kerja sama dari para legislator dalam mengubah undang-undang.
Konstitusi Ukraina sebelumnya mengatur bahwa negara tidak dapat menyelenggarakan pemilu dalam situasi darurat militer seperti perang.
Pekan lalu, Zelenskyy mengatakan Ukraina siap menyelenggarakan pemilu jika ada gencatan senjata yang disepakati Rusia dan Ukraina dalam jangka waktu tertentu, misalnya 60-90 hari.
-
Soal Wilayah, Ukraina Belum Bisa Adakan Referendum
Saat menanggapi pertanyaan wartawan, Zelenskyy mengatakan pemerintah Ukraina belum dapat memutuskan tentang isu-isu terkait wilayah, seperti tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan wilayahnya.
Kemarin, ia mengatakan rakyat Ukraina mungkin harus melakukan referendum untuk menentukan isu-isu wilayah dalam kerangka perdamaian yang diajukan AS.
Namun, ia menegaskan belum ada keputusan mengenai referendum karena pemerintah Ukraina tidak ingin semakin membebani mereka di tengah perang.
"Bagaimanapun, kita belum membicarakan referendum. Dokumen yang kompleks, keputusan yang kompleks. Kami berusaha melakukan segala sesuatu agar tidak mempersulit kehidupan, yang sudah sulit bagi warga Ukraina karena perang, dengan keputusan-keputusan tertentu," jawab Zelenskyy setelah pertemuan dengan mitra AS dan Eropa di Berlin.
-
Ukraina Dukung Usulan Jerman soal Gencatan Senjata Natal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUUMP-363653534.jpg)