Selasa, 19 Mei 2026

Penembakan Massal di Australia

PM Australia Janji Pelaku Penembakan Pantai Bondi Bakal Didakwa Hari Ini, Tunggu Efek Obat Hilang

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese berjanji pelaku penembakan di Pantai Bondi, Naveed Akram bakal didakwa hari ini.

Tayang:
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Febri Prasetyo
Kolase Tribunnews.com
DIDAKWA HARI INI - Momen saat ayah dan anak bernama Sajid Akram (50) dan Navee Akram (24) melakukan penembakan massal saat festival Yahudi yang digelar di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025) waktu setempat. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese berjanji bahwa pelaku penembakan di Pantai Bondi akan didakwa hari ini, Rabu (17/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese berjanji tersangka penembakan massal di Pantai Bondi bakal didakwa hari ini, Rabu (17/12/2025).
  • Albanese menegaskan bahwa pelaku penembakan bakal didakwa saat pemakaman para korban Yahudi dimulai.
  • Komisaris Polisi New South Wales (NSW), Mal Lanyon, mengatakan bahwa penyidik ​​memperkirakan akan menginterogasi Naveed Akram setelah efek obatnya hilang dan penasihat hukum hadir.

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengonfirmasi bahwa salah satu tersangka penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, akan segera didakwa hari ini, Rabu (17/12/2025).

Tragedi yang menewaskan sedikitnya 15 orang tersebut kini secara resmi diselidiki sebagai aksi terorisme yang didorong oleh ideologi radikal.

Dalam keterangan resminya, Albanese mengungkapkan bahwa serangan yang terjadi saat perayaan festival Hanukkah tersebut diduga kuat terinspirasi oleh ideologi ISIS.

"Berdasarkan informasi yang tersedia, serangan ini bermotif ideologi ISIS," ujar Albanese kepada media, dikutip dari CNA.

Albanese menegaskan bahwa pelaku penembakan bakal didakwa saat pemakaman para korban Yahudi dimulai.

"Dia akan didakwa secara resmi, jika belum didakwa, saya perkirakan itu akan terjadi dalam beberapa jam mendatang," kata Albanese.

Sementara itu, Komisaris Polisi New South Wales (NSW) Mal Lanyon mengatakan bahwa penyidik ​​memperkirakan akan menginterogasi Naveed Akram setelah efek obatnya hilang dan penasihat hukum hadir.

Ia masih dirawat di sebuah rumah sakit di Sydney di bawah pengawasan ketat polisi.

Pihak kepolisian mengidentifikasi pelaku sebagai pasangan ayah dan anak, yakni Sajid Akram (50) dan Naveed Akram (24).

Dalam baku tembak yang terjadi di lokasi kejadian pada Minggu sore, Sajid tewas diterjang timah panas petugas.

Sementara putranya, Naveed, saat ini masih dalam kondisi kritis di bawah penjagaan ketat kepolisian di rumah sakit.

Baca juga: Teguran Keras Mantan PM Australia ke Netanyahu: Jangan Ikut Campur Politik Kami!

Meski pelaku diduga bertindak atas dasar ideologi kelompok radikal, otoritas keamanan meyakini bahwa keduanya beraksi secara mandiri atau lone wolf.

Kendati demikian, penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk memastikan tidak ada keterlibatan pihak lain.

Kepemilikan Senjata di Australia

Undang-undang kepemilikan senjata di Australia terbilang sangat ketat.

Pengetatan kepemilikan senjata api ini dimulai pada tahun 1996.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved