5 Populer Internasional: Putin Ejek Eropa 'Si Babi Kecil' - Israel dan Mesir Sepakati Bisnis Gas
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut para pemimpin Eropa sebagai "babi-babi kecil"
Perjanjian bisnis gas senilai 112 miliar shekel Israel (sekitar Rp579 triliun) itu merupakan yang terbesar dalam sejarah bisnis Israel dan Mesir.
Mesir akan menerima gas tersebut selama 15 tahun ke depan melalui perusahaan energi raksasa asal Amerika Serikat (AS), Chevron, yang memiliki ladang gas di lepas pantai Israel di Laut Mediterania.
Israel akan mendapat setengah dari hasil penjualan gas itu dan masuk ke kas negara.
"Sekitar 58 miliar shekel Israel (sekitar Rp299,9 triliun) yang diperoleh dari kesepakatan itu akan langsung masuk ke kas negara," kata Netanyahu dalam pengumumannya, Rabu (17/12/2025).
“Kesepakatan ini sangat memperkuat posisi Israel sebagai kekuatan energi regional, dan berkontribusi pada stabilitas di kawasan kami," lanjutnya.
Netanyahu mengatakan kesepakatan itu akan mewajibkan perusahaan-perusahaan untuk menjual gas dengan harga yang baik kepada warga Israel.
Anak perusahaan Chevron yang ada di Israel, Chevron Mediterranean Limited (CML), menyambut baik keputusan untuk mengeluarkan izin ekspor gas alam dari reservoir Leviathan kepada pelanggan mereka di Mesir.
Sebelumnya, kedua negara dikabarkan sedang berdiskusi untuk perjanjian senilai 35 miliar USD (sekitar Rp584,5 triliun) untuk mengekspor gas dari cadangan Leviathan Israel ke Mesir hingga tahun 2040, menurut laporan The Jerusalem Post.
3. Serangan Pesawat Tak Berawak Tewaskan 104 Warga Sipil di Kordofan, Sudan
Serangan pesawat tak berawak menewaskan sedikitnya 104 warga sipil di Kordofan, Sudan.
Insiden ini terjadi saat pertempuran antara faksi militer yang bersaing memanas dalam perang saudara yang berlangsung sejak April 2023, lapor Al Jazeera dan Yahoo News.
Serangan mematikan sejak awal Desember terjadi di Kalogi, Kordofan Selatan, menimpa taman kanak-kanak dan rumah sakit.
Sebanyak 89 korban tewas, termasuk 43 anak-anak dan delapan perempuan.
Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk, memperingatkan serangan terhadap fasilitas medis melanggar hukum humaniter internasional.
Enam pasukan penjaga perdamaian Bangladesh tewas saat pesawat tak berawak menghantam pangkalan mereka di Kadugli pada 13 Desember.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-19des25.jpg)