Konflik Rusia Vs Ukraina
Denmark Tuding Rusia Dalangi Dua Serangan Siber, Sebut Bukti Perang Hibrida di Eropa
Denmark menuding Rusia berada di balik dua serangan siber ke sistem air dan pemilu, menyebutnya bukti nyata perang hibrida di Eropa.
Meski kerusakan terbatas, pemerintah menilai insiden itu menunjukkan kerentanan infrastruktur vital.
Poulsen mengatakan Kementerian Luar Negeri Denmark akan memanggil duta besar Rusia.
“Sama sekali tidak dapat diterima bahwa serangan hibrida dilakukan di Denmark oleh pihak Rusia,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Ketahanan dan Kesiapsiagaan Denmark Torsten Schack Pedersen menyebut serangan tersebut memperlihatkan adanya pihak yang mampu mengganggu layanan penting masyarakat.
Ia mengakui Denmark belum sepenuhnya siap menghadapi ancaman siber semacam itu.
Kyiv Post melaporkan Denmark yang merupakan sekutu dekat Ukraina telah berulang kali melaporkan insiden yang diklasifikasikan sebagai serangan hibrida terkait Rusia.
Pada September lalu drone tak dikenal terbang di atas sejumlah bandara dan fasilitas militer Denmark.
Insiden tersebut memicu penutupan sementara dan mengungkap celah pertahanan.
Baca juga: Soal Foto-Foto Kehadiran Zelensky, Rusia Bantah Kota Kupiansk Kembali Direbut Tentara Ukraina
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen sebelumnya menyerukan “jawaban tegas” terhadap sabotase dan serangan yang dipimpin Rusia.
Ia menegaskan bahwa Eropa kini menghadapi situasi paling berbahaya sejak Perang Dunia II.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-siber.jpg)