Kamis, 11 Juni 2026

Konflik Suriah

Operasi Balas Dendam AS terhadap ISIS di Suriah Diluncurkan, al-Sharaa Beri Dukungan

AS melancarkan operasi balas dendam terhadap ISIS di Suriah pada Jumat (19/12/2025). Operasi ini telah didukung Suriah.

Tayang:
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Febri Prasetyo
mna/tangkap layar
OPERASI BALAS DENDAM - Konvoi Pasukan Amerika Serikat (AS) di Suriah. AS melakukan operasi balas dendam terhadap ISIS pada Jumat (19/12/2025) setelah tiga pasukannya tewas di Kota Palmyra. 
Ringkasan Berita:
  • AS akhirnya memulai operasi balas dendam terhadap ISIS setelah tiga pasukan Amerika tewas di Kota Palmyra.
  • Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengumumkan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan operasional ISIS.
  • Tak hanya itu, AS juga ingin membasmi sel-sel tidur ISIS yang kembali menunjukkan aktivitas di wilayah tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan balas dendam terhadap kelompok ISIS di Suriah pada Jumat (19/12/2025).

Gelombang serangan udara terhadap puluhan target yang berafiliasi dengan ISIS telah dilancarkan AS di Suriah.

Operasi militer ini merupakan respons langsung atas serangan mematikan yang menewaskan dua tentara Amerika dan seorang penerjemah sipil di Palmyra awal pekan lalu.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan operasional ISIS.

Tak hanya itu, AS juga ingin membasmi sel-sel tidur ISIS yang kembali menunjukkan aktivitas di wilayah tersebut.

"Jika Anda menargetkan warga Amerika di mana pun di dunia, Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda yang singkat dalam kecemasan, mengetahui bahwa Amerika Serikat akan memburu, menemukan, dan membunuh Anda tanpa ampun," tegas Hegseth dalam pernyataan resminya, dikutip dari Axios.

Kronologi Serangan ISIS

Eskalasi ini dipicu oleh insiden yang terjadi pada Sabtu (13/12/2025) di pusat Kota Palmyra.

Menurut laporan Komando Pusat AS (CENTCOM), dua personel militer dan seorang penerjemah sipil AS tewas dalam sebuah penyergapan saat tengah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh kunci setempat.

Serangan tersebut dilakukan oleh seorang pria bersenjata yang diduga sebagai penyusup di dalam pasukan keamanan Suriah yang berafiliasi dengan ISIS.

Selain korban tewas, tiga personel militer AS lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Baca juga: Trump Umumkan Serangan Militer Besar-besaran, Targetkan Markas ISIS di Suriah

Insiden ini menjadi ujian keamanan pertama bagi kehadiran pasukan AS di Suriah sejak runtuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir tahun lalu.

Suriah, yang kini dipimpin oleh Presiden Ahmed al-Sharaa, baru saja bergabung dengan Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS pada November 2025.

Presiden AS Donald Trump menyatakan belasungkawanya dan menegaskan dukungan kepada pemerintahan baru Suriah.

Trump menyebut Presiden al-Sharaa sebagai sosok pemimpin yang kuat dan menyatakan bahwa serangan tersebut murni dilakukan oleh ISIS, tanpa keterlibatan pemerintah transisi Suriah saat ini.

"Ini adalah bagian dari Suriah yang belum sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah."

"Serangan ini ada hubungannya dengan ISIS, dan mereka akan dipukul sangat keras sebagai pembalasan," ujar Trump.

Hingga saat ini pasukan AS bekerja sama dengan pasukan keamanan internal Suriah telah menahan lima tersangka yang diduga terlibat dalam perencanaan serangan di Palmyra tersebut.

Serangan udara pada hari Jumat kemarin menandai langkah tegas Washington untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok radikal di tengah masa transisi politik Suriah yang masih rawan.

Didukung Pemerintah Suriah

Trump mengklaim bahwa pemerintah Suriah yang baru memberikan dukungan penuh terhadap operasi militer AS tersebut.

Kementerian Luar Negeri Suriah, melalui pernyataan di platform X, mempertegas komitmen mereka dalam memerangi terorisme dan mengundang komunitas internasional untuk mendukung upaya tersebut.

Pemerintah Suriah menegaskan bahwa hilangnya nyawa dalam konflik ini menekankan urgensi penguatan kerja sama internasional untuk memberantas ISIS di wilayah mereka.

Mengutip Al Jazeera, analis politik menilai bahwa langkah pemerintahan Trump ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi al-Sharaa, serta memastikan ISIS tidak memiliki tempat persembunyian yang aman saat negara tersebut mencoba membangun kembali masyarakat sipil setelah perang saudara yang berlangsung selama 14 tahun.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka akibat serangan udara tersebut.

Baca juga: Suriah Ungkap Fakta Mengejutkan: Penyerang Pos Militer AS Ternyata Anggota Pasukan Sendiri

Namun, pejabat AS memperingatkan bahwa serangan lanjutan kemungkinan besar akan terus dilakukan.

Pukulan Telak bagi AS dan Suriah

Kelompok militan ISIS merilis pernyataan resmi pertama mereka tentang serangan di wilayah Palmyra, Suriah.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengeklaim bahwa serangan itu merupakan "pukulan telak" yang menyasar baik pasukan AS maupun pasukan pemerintah Suriah.

Pernyataan tersebut dipublikasikan melalui buletin mingguan mereka, Al-Naba, pada Kamis (18/12/2025).

ISIS mengklaim bahwa operasi militer yang mereka lancarkan di kawasan gurun tersebut telah menyebabkan puluhan orang tewas dan luka-luka di pihak lawan.

Dalam laporannya, ISIS mengklaim bahwa pejuangnya berhasil melakukan penetrasi dan melancarkan serangan terkoordinasi.

Mereka menyebut serangan ini sebagai bukti bahwa kelompok tersebut masih memiliki taring di tengah pergeseran peta kekuatan di Suriah setelah runtuhnya kendali penuh rezim sebelumnya di beberapa wilayah.

Kelompok ini secara spesifik menyebut bahwa operasi mereka tidak hanya menargetkan sisa-sisa pasukan tentara Suriah, tetapi juga faksi-faksi yang didukung oleh Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah timur dan tengah negara tersebut.

Menurut laporan Al Arabiya, para analis keamanan menilai bahwa klaim ISIS ini merupakan upaya untuk menunjukkan eksistensi mereka di tengah kekacauan politik dan militer yang sedang melanda Suriah.

Dengan memanfaatkan celah keamanan di wilayah gurun yang luas, ISIS mencoba kembali menggalang kekuatan dan merekrut simpatisan baru.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved