Kamis, 28 Mei 2026

Perjuangan WNI Asal Magetan–Banyuwangi Bertahan Hidup dan Membuka Bengkel di Jepang

Ia sempat mengikuti pendidikan bahasa Jepang di sekolah senmon dan memperoleh sertifikat

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/istimewa
PERJALANAN HIDUP - Perjalanan hidup seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Magetan (lahir dan dibesarkan di Banyuwangi) ini penuh lika-liku. Lahir tahun 1968, Harry Prasetya, telah merasakan pahit-manis kehidupan sebagai perantau di Jepang sejak akhir 1990-an. Namun WNI ini berhasil membuka bengkelnya di Jepang. 

Pulang dengan Tanggung Jawab yang Belum Usai

Pada Juni 2025, saat hendak kembali ke Indonesia, Harry kembali ditahan imigrasi.

Hingga akhirnya pada Agustus 2025, ia benar-benar pulang ke Tanah Air.

Meski telah kembali, tanggung jawabnya di Jepang belum sepenuhnya selesai.

Ia masih memiliki cicilan properti serta kewajiban pembangunan masjid di Aichi yang telah berdiri namun belum lunas.

Selama hampir delapan tahun, masjid tersebut menjadi pusat ibadah komunitas, dibuka setiap akhir pekan dan digunakan untuk salat Jumat sejak 2020.

Sisa kewajiban sekitar 28 juta yen masih harus diselesaikan hingga Mei 2026.

“Masa depan saya ingin fokus pada hal yang lebih ikhlas. Bengkel tetap jalan, masjid tetap hidup,” ujarnya.

Kisah Harry menjadi potret nyata perjuangan sebagian WNI di Jepang—antara mimpi, kesalahan masa lalu, kerja keras, dan harapan untuk menutup hidup dengan amal serta kebermanfaatan.

Diskusi  bengkel di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved