Senin, 27 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy Desak Dunia Bertindak, Minta Masyarakat Dunia Paksa Rusia Hentikan Perang

Zelenskyy desak dunia tingkatkan tekanan ke Rusia, sementara Uni Eropa kucurkan bantuan untuk menopang Ukraina di tengah perang berkepanjangan.

Tayang:
Facebook Zelenskyy
ZELENSKYY - Foto diunduh dari Facebook Zelensky, Sabtu (27/9/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan pada Jumat, 26 September 2025. Zelenskyy mendesak dunia meningkatkan tekanan terhadap Rusia, menegaskan perang tidak akan berakhir tanpa sanksi lebih keras. 

Proposal tersebut sempat menuai kritik karena dinilai lebih mengakomodasi kepentingan Rusia, terutama terkait isu wilayah dan pengaturan keamanan pascaperang.

Seiring berjalannya konsultasi, proposal AS itu dilaporkan telah mengalami sejumlah revisi setelah menerima masukan dari pemerintah Ukraina dan negara-negara Eropa.

Namun, hingga kini rincian isi revisi tersebut belum dipublikasikan kepada publik sehingga memicu spekulasi mengenai sejauh mana perubahan itu dapat menjembatani perbedaan mendasar antara Kiev dan Moskow.

Jika dilihat secara objektif dari perkembangan terbaru, situasinya masih cenderung stagnan dan rapuh karena konflik Rusia–Ukraina saat ini belum memperlihatkan tanda-tanda kuat akan segera berakhir.

Zelenskyy Sambut Bantuan Besar Uni Eropa

Di tengah situasi perang yang belum mereda, Zelenskyy menyambut baik keputusan Uni Eropa yang menyepakati paket pinjaman besar untuk mendukung Ukraina selama dua tahun ke depan.

Paket bantuan yang disepakati oleh para pemimpin Uni Eropa untuk Ukraina terdiri dari pinjaman besar senilai sekitar 90 miliar euro setara lebih dari 105 miliar dolar AS yang akan

Zelenskyy mengungkap bahwa pinjaman ini dirancang untuk membantu Ukraina memenuhi kebutuhan anggaran, kemampuan militer, serta stabilitas ekonomi di tengah tekanan perang yang masih berlangsung.

Selain soal bantuan keuangan, Zelenskyy kembali menegaskan prinsip pertanggungjawaban Rusia atas kerusakan besar dan penderitaan kemanusiaan yang ditimbulkan oleh perang.

Ia menilai konflik tersebut tidak boleh berakhir tanpa keadilan, dan menekankan bahwa pihak yang memulai agresi harus menanggung konsekuensinya.

Dalam konteks itu, Zelenskyy mendorong penggunaan aset Rusia yang dibekukan di luar negeri sebagai sumber pendanaan bagi pemulihan Ukraina, langkah tersebut bukan sekadar solusi finansial, tetapi juga bentuk keadilan internasional yang nyata, di mana negara agresor diminta membayar kerusakan yang ditimbulkannya.

Pernyataan Zelenskyy ini mencerminkan upaya Ukraina untuk mengaitkan dukungan ekonomi dengan prinsip hukum dan keadilan global.

Sekaligus memastikan bahwa bantuan internasional tidak hanya menopang Ukraina dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari proses pertanggungjawaban Rusia di masa depan.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved