Selasa, 14 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kremlin Tolak Komentari 20 Poin Proposal Perdamaian yang Diungkapkan Zelenskyy

Kremlin menolak untuk mengomentari 20 poin proposal perdamaian yang diumumkan Presiden Ukraina Zelenskyy pada hari Rabu.

|
Editor: Nuryanti
Kremlin
PRESIDEN RUSIA PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Kamis (18/12/2025). Presiden Rusia Vladimir Putin hadir selama presentasi konferensi video mengenai fasilitas olahraga baru yang dibuka di berbagai wilayah Rusia pada tahun 2025. Foto oleh Kristina Kormilitsyna (Rossiya Segodnya). -- Kremlin menolak untuk mengomentari 20 poin proposal perdamaian yang diumumkan Presiden Ukraina Zelenskyy pada hari Rabu. 

Ringkasan Berita:
  • Kremlin menolak berkomentar tentang 20 poin proposal perdamaian yang diumumkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
  • Utusan Rusia Kirill Dmitriev telah memberitahu Presiden Rusia Vladimir Putin tentang pertemuan dengan tim AS di Miami pada pekan lalu.
  • Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1401 ketika Ukraina mengungkapkan syarat mengakhiri perang dengan Rusia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menolak berkomentar mengenai reaksi Rusia terhadap usulan 20 poin dalam proposal yang diumumkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Juru bicara tersebut mengatakan setiap perundingan perdamaian Ukraina harus diadakan "secara tertutup" dan bukan melalui diplomasi dengan pengeras suara.

Ia juga menolak untuk menanggapi laporan Bloomberg yang mengklaim Rusia berupaya melakukan perubahan pada draf rencana perdamaian 20 poin, yang konon dinegosiasikan oleh delegasi AS dan Ukraina.

“Tidak, tidak akan ada komentar di sini. Kami tetap percaya bahwa semuanya harus dilakukan secara tertutup,” kata Dmitry Peskov kepada harian bisnis Rusia RBK pada hari Rabu (24/12/2025).

Ia mengatakan utusan Rusia, Kirill Dmitriev, telah memberi pengarahan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin tentang perjalanan ke Miami untuk melakukan kontak dengan utusan Presiden AS Donald Trump.

"Semua parameter utama posisi pihak Rusia sudah diketahui dengan baik oleh kolega kami dari Amerika Serikat," kata Dmitry Peskov kepada wartawan.

"Sekarang kami bermaksud untuk merumuskan posisi kami berdasarkan informasi yang diterima dari kepala negara dan melanjutkan kontak kami dalam waktu dekat melalui saluran yang ada yang saat ini berfungsi," lanjutnya, dikutip dari RTE.

Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Ukraina Vladimir Zelenskyy mengumumkan rencana yang mengharuskan pasukan Rusia untuk menarik diri dari wilayah Kharkov, Dnepropetrovsk, Sumy, dan Nikolayev di Ukraina.

Zelenskyy juga menyerukan gencatan senjata di sepanjang garis depan saat ini di wilayah Donetsk, Lugansk, Zaporizhzhia, dan Kherson di Rusia

Selain itu, Zelenskyy juga menuntut  jaminan keamanan seperti Pasal 5 dari AS, NATO, dan negara-negara Eropa, yaitu serangan terhadap salah satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota NATO.

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1401 pada Kamis (25/12/2025), menandai berlanjutnya konflik panjang yang berawal dari invasi besar-besaran Rusia pada 24 Februari 2022.

Baca juga: Paus Leo XIV Sedih setelah Rusia Tolak Gencatan Senjata Natal

Perang negara bertetangga itu berakar dari dinamika geopolitik pasca runtuhnya Uni Soviet.

Dalam perkembangannya, Ukraina perlahan memperkuat hubungan dengan negara-negara Barat, termasuk membuka peluang bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.

Arah kebijakan tersebut dipandang Moskow sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional Rusia serta pengaruhnya di kawasan Eropa Timur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved