Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Bloomberg: Kapal Tanker yang Disita AS di Dekat Venezuela Milik China
AS menyita kapal tanker minyak dekat Venezuela yang ternyata milik China. Caracas mengecam dan berencana mengadu ke DK PBB.
Ringkasan Berita:
- AS sita kapal tanker minyak di dekat Venezuela yang terungkap dimiliki perusahaan China, memicu ketegangan antara Washington, Caracas, dan Beijing.
- Bloomberg melaporkan penyitaan dilakukan dalam operasi penegakan sanksi di tengah kebijakan blokade Presiden Donald Trump.
- Insiden ini berdampak pada ekspor minyak Venezuela, memicu gangguan logistik, serta menambah rivalitas geopolitik AS–China di Amerika Latin.
TRIBUNNEWS.COM - Kabar baru datang dari sebuah kapal tanker minyak yang disita oleh Amerika Serikat (AS) di perairan dekat Venezuela pada Sabtu (20/12/2025).
Kapal tersebut belakangan terungkap dimiliki oleh perusahaan asal China.
Insiden ini memicu ketegangan geopolitik baru antara Washington, Caracas, dan Beijing.
Situasi tersebut sekaligus memperdalam konflik seputar sanksi AS terhadap sektor energi Venezuela.
Bloomberg melaporkan, kapal tanker berbendera Panama itu dicegat oleh pasukan Amerika Serikat di lepas pantai Venezuela.
Pencegatan dilakukan dalam operasi penegakan sanksi.
Penyitaan terjadi di tengah kebijakan keras Presiden AS Donald Trump.
Trump sebelumnya memerintahkan “blokade total dan lengkap” terhadap kapal tanker minyak yang terkena sanksi dan keluar masuk Venezuela.
Menurut Reuters, pejabat Venezuela mengecam tindakan tersebut sebagai pembajakan di perairan internasional.
Pemerintah Caracas menilai langkah Washington sebagai serangan langsung terhadap kedaulatan negara.
Venezuela menyebutnya sebagai bagian dari upaya sistematis untuk melumpuhkan perekonomian nasional.
Baca juga: Venezuela Balas Blokade Trump, Pendukung Sanksi Minyak AS Terancam Penjara 20 Tahun
Tiga pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi operasi pencegatan tersebut.
Gedung Putih menolak mengungkapkan lokasi pasti penyitaan.
Washington juga tidak menjelaskan dasar hukum yang digunakan.
AS menyebut operasi itu sebagai bagian dari perang melawan perdagangan narkotika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-tanker-venezuel-disita-as-desember-2025.jpg)