Selasa, 19 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1403: Kim Jong Un Sebut Korea Utara dan Rusia Berbagi Darah di Ukraina

Terbaru, Kim Jong Un menegaskan aliansi Korea Utara–Rusia dengan klaim berbagi “darah, hidup, dan mati”.

Tayang:
Kremlin
PUTIN KUNJUNGI DPRK - Foto diambil dari publikasi Kantor Presiden Rusia, Selasa (29/4/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) di Pyongyang pada 18 Juni 2024. Terbaru, dalam ucapan selamat tahun baru kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Kim menyebut kedua negara telah berbagi “darah, hidup, dan mati”. 

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan proposal terbaru sangat berbeda dari rancangan awal.

Ia menyebut draf awal disusun melalui kontak antara pejabat Amerika Serikat dan Rusia.

“Kyiv dan para pendukungnya, terutama Uni Eropa, tidak mendukung kesepakatan ini,” kata Ryabkov di televisi Rusia.

Ia menilai Uni Eropa meningkatkan upaya untuk menggagalkan proses negosiasi.

Ryabkov menegaskan kesepakatan hanya bisa tercapai jika akar krisis diselesaikan.

Menurutnya, setiap perjanjian harus tetap dalam batasan yang disepakati Trump dan Putin saat bertemu di Alaska pada Agustus.

Jika tidak, Ryabkov mengatakan, kesepakatan tidak akan tercapai.

Zelenskyy Tuduh Rusia Gunakan Gedung Apartemen di Belarus

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia menggunakan wilayah Belarus untuk menyerang Ukraina.

Ia menyebut Rusia berupaya melewati sistem pertahanan udara Ukraina melalui negara tetangga tersebut.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.402: Ukraina Gunakan Rudal Storm Shadow Serang Kilang Minyak Rusia

Dalam pernyataan di Telegram, Zelenskyy mengatakan intelijen Ukraina mengamati aktivitas militer di permukiman Belarus dekat perbatasan.

Ia menyebut peralatan militer ditempatkan di gedung-gedung apartemen.

“Antena dan peralatan lainnya berada di atap gedung apartemen lima lantai biasa,” tulis Zelenskyy.

Menurutnya, peralatan itu digunakan untuk mengarahkan drone Shahed ke wilayah barat Ukraina.

Zelenskyy menyebut tindakan tersebut sebagai pengabaian total terhadap nyawa warga sipil.

Belum ada tanggapan resmi dari Rusia maupun Belarus atas tuduhan tersebut.

Peneliti AS: Rusia Diduga Tempatkan Rudal Nuklir di Belarus

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved