Rabu, 3 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Meradang, Bersiap Gempur Ukraina Usai Kediaman Presiden Putin Dihujani Serangan Drone

Rusia menuding Ukraina menyerang kediaman Putin dengan drone. Ketegangan memuncak, Moskow isyaratkan balasan.

Tayang:
Alexander Reka / TASS
TENTARA RUSIA - Seorang tentara Rusia di garis depan di Ukraina. Rusia dilaporkan merekrut personel militer dari negara lain untuk membantu mereka berperang melawan Ukraina. Rusia menuding Ukraina menyerang kediaman Putin dengan drone. Zelensky membantah keras dan menyebutnya rekayasa. Ketegangan memuncak, Moskow isyaratkan balasan. 

Ringkasan Berita:
  • Moskow menyatakan berhasil mencegat 91 drone jarak jauh di sekitar kediaman Presiden Vladimir Putin di Valdai pada 28–29 Desember 2025 dan langsung memperketat sistem pertahanan udara di kawasan tersebut.
  • Rusia menuding Ukraina sebagai dalang dan menyebut insiden itu sebagai “terorisme negara”, meski tanpa bukti yang dapat diverifikasi.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah keterlibatan Kyiv dan menilai tuduhan Rusia sebagai dalih untuk melancarkan serangan baru.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan dalam perang Ukraina–Rusia kembali meningkat setelah Moskow menuduh Kyiv berupaya menyerang kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan drone, pesawat tak berawak.

Dugaan serangan drone terhadap kediaman Presiden Rusia, Vladimir Putin mencuat setelah pemerintah Rusia mengklaim telah menggagalkan upaya penyerangan senjata drone di sekitar kawasan Valdai, wilayah Novgorod, tempat salah satu kediaman resmi Putin berada.

Menurut keterangan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, insiden itu terjadi pada rentang waktu 28 dan 29 Desember 2025.

Tepatnya ketika sistem pertahanan udara Rusia mendeteksi dan mencegat 91 drone jarak jauh yang disebut mengarah ke area strategis di sekitar kediaman presiden.

Rusia menyatakan seluruh drone berhasil dicegat sebelum mencapai target, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar.

Pasca insiden ini, sistem pertahanan udara di sekitar kediaman Putin di Valdai telah diperkuat secara signifikan.

Saat ini terdapat sekitar 12 posisi pertahanan, sebagian besar dilengkapi sistem rudal Pantsir-S1 yang dipasang di menara khusus. 

Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan periode 2023–2024 yang hanya mencatat dua lokasi pertahanan serupa.

Ukraina Dituding Jadi Dalang

Moskow menuding Ukraina berada di balik serangan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk “terorisme negara”.

Dalam perspektif Rusia, target yang dikaitkan dengan kepala negara mencerminkan eskalasi serius dan dianggap sebagai upaya melemahkan legitimasi serta citra keamanan kepemimpinan Kremlin.

Baca juga: Rusia Minta Ukraina Mundur dari Donbas jika Ingin Perang Segera Berakhir

Meski demikian, Rusia belum menyertakan bukti konkret atas tuduhan tersebut dan informasi yang disampaikan Moskow belum dapat diverifikasi secara independen.

Kondisi ini memicu spekulasi luas di kalangan analis internasional mengenai motif politik di balik tuduhan tersebut.

Sejumlah pengamat menilai, penunjukan Ukraina sebagai pihak bertanggung jawab bisa menjadi bagian dari strategi narasi untuk membangun legitimasi internal maupun eksternal atas langkah militer lanjutan.

“Tindakan gegabah seperti itu tidak akan dibiarkan begitu saja,” ujar Lavrov, pernyataan yang secara implisit mengisyaratkan kemungkinan langkah balasan militer.

Bagi Rusia, pernyataan ini berfungsi sebagai pesan penangkalan, baik kepada Ukraina maupun kepada pihak internasional, bahwa Moskow siap meningkatkan eskalasi jika merasa simbol kedaulatannya terancam.

Zelensky Bantah Ukraina Serang Rumah Putin

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved