Konflik China dan Taiwan
Langit Taiwan Jadi Zona Panas, Latihan Militer China Picu Kekacauan Penerbangan
Latihan militer besar China ganggu ratusan penerbangan, lebih dari 100 ribu penumpang terdampak, ketegangan kawasan kembali meningkat.
Ringkasan Berita:
- Latihan PLA bertajuk Misi Keadilan 2025 memicu pembatasan ketat wilayah udara, menyebabkan ratusan penerbangan internasional dan domestik tertunda atau dibatalkan.
- CAA mencatat 296 penerbangan internasional berangkat, 265 tiba, hampir 300 melintas, serta 84 penerbangan domestik dibatalkan.
- Pemerintah Taiwan menilai latihan ini meningkatkan ketegangan Selat Taiwan dan berdampak langsung pada aktivitas sipil, meski koordinasi regional telah dilakukan untuk menekan dampak.
TRIBUNNEWS.COM - Rencana latihan militer yang digelar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China di sekitar Taiwan dipastikan berdampak besar terhadap lalu lintas penerbangan internasional dan domestik.
Hal ini diungkap Otoritas Penerbangan Sipil Taiwan (Civil Aeronautics Administration/CAA), Selasa (30/12/2025).
Dalam keterangan resminya CAA menyebutkan bahwa latihan militer China yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat akan memicu penundaan ratusan penerbangan internasional ke dan dari Taiwan.
Dampak gangguan bahkan diperkirakan berlanjut hingga setelah pukul 18.00 karena penumpukan jadwal penerbangan.
“Pembatasan rute penerbangan dan wilayah udara akan diberlakukan secara ketat selama latihan tembak langsung berlangsung,” demikian pernyataan CAA, dikutip dari Focus Taiwan.
CAA mencatat terdapat 296 penerbangan internasional yang dijadwalkan berangkat dari bandara-bandara Taiwan dan 265 penerbangan internasional yang dijadwalkan tiba selama periode latihan tersebut.
Selain itu, hampir 300 penerbangan internasional lainnya juga melintas di atas wilayah udara Taiwan, sehingga pembatasan signifikan diberlakukan di dalam Wilayah Informasi Penerbangan (FIR) Taipei.
Tak hanya penerbangan internasional, penerbangan domestik juga berdampak signifikan.
Sebanyak 84 penerbangan domestik dibatalkan, terdiri dari 68 penerbangan rute Taiwan–Kinmen dan 16 penerbangan Taiwan–Matsu.
Imbas penundaan perbangan sekitar lebih dari 100.000 penumpang akan terdampak akibat penundaan dan pembatasan wilayah udara.
CAA menyatakan telah berkoordinasi dengan unit pengatur lalu lintas udara di wilayah FIR yang berdekatan untuk menerapkan langkah pengendalian arus penerbangan.
Baca juga: Omzet Melejit 15 Kali, Kisah Haru Penjual Jajanan China yang Kini Mengasuh Tiga Cucu
Namun demikian, otoritas penerbangan tetap memperingatkan bahwa penundaan signifikan tidak dapat dihindari.
Maskapai penerbangan juga telah diinstruksikan untuk memberi pemberitahuan lebih awal kepada penumpang serta memastikan pesawat membawa bahan bakar tambahan guna mengantisipasi pengalihan rute atau waktu tunggu yang lebih lama di udara.
Hingga Senin malam, sistem informasi Bandara Internasional Taoyuan mencatat belum ada pembatalan penerbangan internasional yang dijadwalkan berangkat pada Selasa, meskipun potensi perubahan masih terbuka.
Sementara itu, dua maskapai domestik utama Taiwan, UNI Air dan Mandarin Airlines, mengumumkan penyesuaian besar-besaran terhadap jadwal penerbangan ke Kinmen dan Matsu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Potensi-konflik-Laut-China-Selatan.jpg)