Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Trump Jelaskan Memar di Tangannya dan Bantah Pernah Tidur di Depan Umum
Presiden AS Donald Trump menjelaskan tentang memar di tangannya dan membantah ia pernah tertidur di depan umum tahun lalu.
"Saya tidak pernah menyukai tidur," kata Trump, membantah berita bahwa ia tertidur di depan umum.
Presiden dari Partai Republik itu mengatakan dirinya tidak banyak tidur di malam hari, kebiasaan yang juga dia gambarkan selama masa jabatan pertamanya.
Ia juga menjelaskan ketika ia tampak mengantuk hanyalah momen relaksasi, seperti yang ia katakan.
"Kadang-kadang mereka akan memotret saya saat berkedip, berkedip, dan mereka akan menangkap momen kedipan mata saya,” kata Trump.
Pernyataan Trump yang dirilis Wall Street Journal didukung oleh pernyataan Gedung Putih.
"Dokter presiden dan Gedung Putih selalu menegaskan bahwa Presiden telah menerima pemeriksaan pencitraan canggih, tetapi rincian tambahan tentang pencitraan tersebut telah diungkapkan oleh Presiden sendiri karena dia tidak menyembunyikan apa pun," kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, Kamis (1/1/2026).
Tahun lalu, Gedung Putih mengatakan Trump didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis, suatu kondisi umum di kalangan orang dewasa yang lebih tua.
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh vena di kaki tidak dapat mengalirkan darah kembali ke jantung dengan benar dan darah menumpuk di kaki bagian bawah.
Selama kampanye Pilpres 2024, Trump secara konsisten menyebut pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden, sebagai "Sleepy Joe", mempertanyakan kemampuan mental dan fisiknya sebagai pemimpin.
Joe Biden meninggalkan jabatannya setahun yang lalu pada usia 82 tahun, menjadikannya presiden AS tertua dalam sejarah.
Namun, Trump diperkirakan akan melampaui usia tersebut selama masa jabatannya saat ini.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PRESID3N-4S-TRUUMP-3423.jpg)