Kamis, 28 Mei 2026

Aksi Demo Gen Z Bikin Iran Lumpuh Total, 21 Provinsi Alami Shutdown

Demo Gen Z bikin Iran lumpuh. Sebanyak 21 provinsi shutdown, pasar dan kampus tutup, ekonomi terhenti. Pemerintah serukan persatuan di tengah krisis.

Tayang:
YouTube Republic World
IRAN. Tangkap layar YouTube Republic World, Selasa (30/9/2025) menunjukkan menunjukkan Suasana kota dengan jalan layang padat kendaraan, berdiri megah tiang tinggi mengibarkan bendera Iran. Iran mengeksekusi Bahman Choobi-Asl pada 29 September 2025. Demo Gen Z bikin Iran lumpuh. Sebanyak 21 provinsi shutdown, pasar dan kampus tutup, ekonomi terhenti. Pemerintah serukan persatuan di tengah krisis. 

Alhasil mahasiswa dan Gen Z Iran yang menghadapi pengangguran tinggi, masa depan yang tidak pasti, serta keterbatasan peluang ekonomi, mulai turun ke jalan sebagai bentuk protes.

Menuntut pengunduran diri rezim, seiring memburuknya kondisi ekonomi dan meningkatnya kemarahan publik terhadap kebijakan pemerinta

PM Pezeshkian Serukan persatuan 

Pasca aksi demo memanas, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyerukan persatuan nasional di tengah gelombang demonstrasi yang terus meluas di berbagai wilayah.

Seruan tersebut disampaikan saat pemerintah berupaya mencegah eskalasi protes yang dipicu tekanan ekonomi dan ketidakpuasan publik.

Dalam pidato yang dikutip Al Jazeera, Pezeshkian menyatakan bahwa krisis ekonomi yang memicu aksi demonstrasi merupakan bagian dari apa yang ia sebut sebagai “perang skala penuh” terhadap Iran.

Ia menegaskan tekanan tersebut tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga diperkuat oleh dinamika internal yang secara bertahap melemahkan ketahanan nasional.

Pezeshkian menilai bahwa bentuk tekanan terhadap Iran saat ini tidak lagi didominasi oleh konfrontasi militer terbuka, melainkan melalui tekanan ekonomi yang dirancang untuk memicu keresahan sosial dan instabilitas domestik.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi dimanfaatkan untuk memperlemah posisi negara di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks.

Di hadapan publik, Presiden Iran mengimbau masyarakat agar tetap bersatu dan tidak terpecah oleh situasi sulit yang sedang dihadapi.

Ia menekankan bahwa kekompakan nasional menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi dan politik, sekaligus menjaga stabilitas negara.

Di sisi lain, pemerintah juga menyampaikan peringatan keras terkait keamanan nasional.

Pendekatan ini menunjukkan strategi ganda pemerintah Iran, yakni meredam ketegangan melalui ajakan persatuan, sembari tetap mempertahankan kontrol keamanan guna mencegah meluasnya gangguan ketertiban.

Respons tersebut mencerminkan kekhawatiran otoritas Iran bahwa krisis ekonomi berkepanjangan berpotensi berkembang menjadi tantangan politik yang lebih luas jika tidak dikelola secara hati-hati.

Hingga kini, pemerintah terus memantau situasi dan menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas nasional di tengah meningkatnya tekanan publik.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved