Sabtu, 25 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.411: Zelensky dan Putin Masih Berselisih soal Wilayah

Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia meningkat dalam beberapa pekan terakhir, perdamaian di depan mata?

lowyinstitute.org/Britannica/kolase tribunnews
PERANG RUSIA-UKRAINA - Kolase Tribunnews, gambar menunjukkan foto Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (kanan) yang diambil dari lowyinstitute.org/Britannica. Terbaru, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia meningkat dalam beberapa pekan terakhir. 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.411 pada Minggu (4/1/2026).

Konflik ini bermula dari ketegangan yang tersisa setelah Uni Soviet bubar pada 1991.

Sejak Ukraina merdeka, hubungan dengan Rusia tidak pernah stabil, penuh perebutan pengaruh dan saling curiga.

Puncaknya terjadi pada 2014, ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintah Ukraina yang dekat dengan Rusia.

Tak lama setelah itu, Rusia menganeksasi Krimea dan mendukung kelompok separatis di Donbas.

Ketegangan ini berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, saat Rusia menginvasi Ukraina.

Hingga kini, pertempuran masih berlangsung tanpa kepastian kapan akan berakhir.

Terkini, Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Moskow dan Kyiv masih berselisih mengenai isu wilayah.

Konflik yang awalnya soal wilayah kini menjadi pertarungan kepentingan geopolitik, persaingan narasi global, dan masa depan keamanan internasional.

Para analis menilai masalahnya sangat rumit, sehingga jalan menuju perdamaian masih jauh dan penuh rintangan.

Baca juga: Kolapsnya Sistem Pertahanan Udara Venezuela saat Diserang AS, Buk-M2 dan Pantsir Rusia Tidak Efektif

Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina pada hari ke-1.411 pada Minggu (4/1/2026)

Zelensky Dorong KTT Perdamaian di AS

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan harapannya untuk menggelar pertemuan puncak para pemimpin dunia di Amerika Serikat pada akhir Januari 2026.

Pertemuan tersebut, ditujukan untuk membahas proposal guna mengakhiri perang antara Ukraina dan Rusia.

Pernyataan itu, disampaikan Zelensky setelah para penasihat keamanan dari negara-negara sekutu utama Ukraina berkumpul di Kyiv pada Sabtu (3/1/2026).

Pertemuan itu membahas rencana perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat.

Kyiv sebelumnya menyatakan kesepakatan tersebut telah mencapai sekitar 90 persen kesiapan.

Pejabat dari 15 negara hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman.

Perwakilan dari NATO dan Uni Eropa juga ikut ambil bagian.

Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, mengikuti pertemuan secara virtual, menurut pejabat Ukraina.

Namun, pertemuan itu berlangsung di tengah bayang-bayang serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela pada hari yang sama.

Zelensky Targetkan Pertemuan di AS Akhir Januari

Zelensky mengatakan, pembicaraan lanjutan akan berlanjut pada pekan depan.

Ia menyebut, para pemimpin Eropa akan bertemu terlebih dahulu di Paris.

Setelah itu, diskusi akan dilanjutkan dengan para negosiator Amerika Serikat.

Baca juga: CIA: Ukraina Tidak Menyerang Kediaman Vladimir Putin di Valdai

“Dan setelah itu, kami akan mempersiapkan pertemuan di Amerika Serikat di tingkat kepemimpinan,” kata Zelensky.

Ia menegaskan, Ukraina ingin seluruh proses tersebut berlangsung pada Januari.

“Kami ingin semua ini terjadi pada bulan Januari, paling lambat akhir Januari,” ujarnya.

Ukraina dan Rusia Masih Berselisih Soal Wilayah

Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Moskow dan Kyiv masih berselisih mengenai isu wilayah.

Rusia saat ini menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina.

Moskow mendorong kendali penuh atas wilayah Donbas di timur Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Sementara itu, Kyiv menolak tuntutan tersebut.

Pemerintah Ukraina memperingatkan bahwa menyerahkan wilayah hanya akan memperkuat posisi Rusia.

Kyiv juga menegaskan tidak akan menandatangani perjanjian damai yang gagal mencegah serangan Rusia di masa depan.

Zelensky: Ukraina Siap Bertahan Jika Diplomasi Gagal

Berbicara dalam konferensi pers pada Sabtu (3/1/2026) malam, Zelensky menegaskan, Ukraina tetap mengutamakan jalur diplomasi.

Namun, ia memperingatkan negaranya akan terus membela diri jika upaya perdamaian gagal.

“Jika Rusia menghalangi semua ini, dan jika mitra kami tidak memaksa Rusia menghentikan perang, akan ada jalan lain,” kata Zelensky.

“Jalan itu adalah membela diri,” ujarnya.

Baca juga: Drone Ukraina Hantam Fasilitas Energi dan Industri di Krasnodar, Tatarstan, dan Kaluga

Meski Amerika Serikat memberi sinyal positif terkait kesepakatan damai, warga Ukraina tetap waspada.

The Guardian melaporkan, kelelahan akibat hampir empat tahun perang membuat masyarakat Ukraina berhati-hati menyikapi proses diplomasi.

Pertemuan Kyiv Digelar di Tengah Klaim Serangan Drone

Pertemuan para penasihat keamanan di Kyiv menutup pekan yang diwarnai eskalasi kekerasan.

Rusia mengklaim, Ukraina meluncurkan drone ke kediaman Presiden Vladimir Putin dalam upaya serangan yang gagal.

Klaim tersebut, dibantah oleh Ukraina.

Moskow juga menuduh Kyiv menembakkan drone ke sebuah hotel dan kafe di wilayah Kherson selatan yang dikuasai Rusia.

Serangan itu, disebut menewaskan sekitar 28 orang yang sedang merayakan Tahun Baru.

Ukraina menyatakan, lokasi tersebut merupakan tempat pertemuan militer.

Serangan Rusia Tewaskan Warga Sipil di Kharkiv dan Kherson

Seorang perempuan dan seorang anak berusia tiga tahun tewas akibat serangan rudal Rusia di Kharkiv.

Kharkiv merupakan kota terbesar kedua di Ukraina.

Serangan tersebut, terjadi pada Jumat malam, menurut gubernur wilayah setempat.

Baca juga: Rusia Lanjutkan Perang hingga 2026, Tembakkan 200 Drone ke Ukraina, Targetkan Infrastruktur Energi

Sementara itu, pada Sabtu (3/1/2026) pagi, pemboman Rusia kembali menghantam wilayah Kherson selatan.

Wilayah tersebut berada di bawah kendali Ukraina.

Gubernur setempat mengatakan, dua orang tewas dalam serangan itu.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved