Konflik Rusia Vs Ukraina
Aksi Heroik Tentara Ukraina, Evakuasi Hewan dengan Drone di Zona Perang
Tentara Ukraina mengevakuasi kucing dan anjing dari garis depan menggunakan drone dalam misi berisiko tinggi.
Ringkasan Berita:
- Tentara Ukraina mengevakuasi kucing dan anjing dari garis depan menggunakan drone dalam misi berisiko tinggi.
- Hewan-hewan tersebut berhasil diselamatkan setelah diterbangkan ke area aman dan kini dirawat oleh militer.
- Perang terus berdampak pada hewan, dengan banyak kasus serangan terhadap fasilitas dan organisasi penyelamat.
TRIBUNNEWS.COM - Tentara Ukraina menggunakan drone untuk mengevakuasi seekor kucing dan anjing sejauh sekitar 13 kilometer dari garis depan dalam misi penyelamatan yang berani.
Dilansir The Telegraph, pasukan dari 14th Separate Mechanised Brigade menempatkan kedua hewan tersebut dalam kantong hijau yang diperkuat dan mengikatnya dengan tali pada drone yang kembali dari misi pengiriman makanan.
Kucing dan anjing itu kemudian diterbangkan menuju tempat aman, tergantung di udara sebelum akhirnya disambut dan dilepaskan di pangkalan terdekat, menurut UAnimals.
“Berisiko? Ya, tetapi meninggalkan mereka di sana jauh lebih berbahaya, dan tidak ada cara lain untuk menyelamatkan mereka,” kata UAnimals.
“Mereka baik-baik saja, sekarang bersama militer. Terima kasih kepada para pembela yang menyelamatkan yang paling rentan,” tambahnya.
Rekan-rekan tentara memutuskan untuk mengevakuasi kucing tersebut setelah prajurit yang merawatnya terluka dan dibawa ke rumah sakit. Mereka kemudian juga mengevakuasi anjing tersebut agar tidak ditinggalkan dalam kondisi berbahaya.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.505, SBU Ungkap Rusia Pakai Router Wi-Fi untuk Spionase
Dalam rekaman saat kedatangan mereka, kedua hewan yang tampak kebingungan itu dilepaskan dari kantong sebelum disambut dengan penuh kasih oleh para tentara.
“Dia sudah mulai mendengkur,” kata seorang tentara tentang kucing hitam-putih tersebut. “Lihat betapa bahagianya dia.”
Ini menjadi salah satu dari serangkaian penggunaan drone yang inovatif di garis depan, yang menunjukkan fleksibilitas teknologi tersebut dalam situasi perang.
Banyaknya penggunaan kendaraan udara tanpa awak membuat pergerakan manusia menjadi sangat terbatas.
Pada September lalu, tentara dari 13th Khartiia Brigade juga mengevakuasi seekor kucing bernama Prapor menggunakan drone darat dalam misi selama tiga jam.
Sejak invasi besar-besaran Russia, hewan dan organisasi penyelamat hewan kerap menjadi sasaran serangan.
Pada pertengahan Desember, salah satu kendaraan penyelamat milik UAnimals yang bertanda “evakuasi hewan” terkena serangan drone Rusia di wilayah Donetsk, yang melukai seekor anjing secara serius.
Pada Jumat lalu, hampir 20 hewan tewas ketika klinik hewan Dr Buryak, di selatan Kyiv, terkena serangan drone dan rudal besar-besaran.
“Tim penyelamat berjuang untuk setiap nyawa. Mereka mengevakuasi hewan dari bangunan yang rusak, memberikan oksigen kepada yang terluka, dan mencoba menstabilkan kondisi mereka,” tulis Layanan Darurat Ukraina.
Namun, dokter hewan di klinik tersebut menyatakan bahwa semua hewan akhirnya tidak dapat diselamatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tentara-Ukraina-menyelamatkan-kucing-yang-dievakuasi-d.jpg)