Konflik Rusia Vs Ukraina
CIA: Ukraina Tidak Menyerang Kediaman Vladimir Putin di Valdai
CIA menilai tidak ada serangan ke kediaman Putin. Ukraina justru berupaya menyerang fasilitas militer di Novgogorod, jauh dari Valdai.
CIA: Ukraina Tidak Menyerang Kediaman Vladimir Putin di Valdai
TRIBUNNEWS.COM - Badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, menyimpulkan kalau Ukraina tidak menyerang salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin awal pekan ini, demikian dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ) dikutip Jumat (2/1/2026).
Seperti diketahui, Rusia mengklaim kalau Ukraina melancarkan operasi drone skala besar yang menargetkan kediaman Putin di Valdai, wilayah Novgorod barat laut, antara Minggu malam dan Senin pagi.
Baca juga: Rusia Marah, Putin Didoakan Lekas Binasa: Zelensky Dinilai Tak Waras, Pidato Natal yang Tidak Sopan
Kyiv membantah tuduhan tersebut sebagai upaya untuk mengganggu pembicaraan yang dimediasi AS untuk mengakhiri perang.
Seorang pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada WSJ bahwa CIA menilai tidak ada serangan yang terjadi terhadap kediaman Putin.
Menurut pejabat tersebut, pasukan Ukraina justru berupaya menyerang fasilitas militer di tempat lain di wilayah Novgorod, jauh dari Valdai.
CIA menolak berkomentar, kata WSJ, dan tidak ada tanggapan langsung dari Gedung Putih.
Setelah publikasi laporan tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada Kamis kalau mereka telah mengamankan salah satu drone yang mereka tembak jatuh selama serangan di Valdai.
Rusia mengatakan kalau mereka berencana untuk membagikan data tersebut dengan pejabat AS.
Baca juga: Keanehan Klaim Rusia Soal Serangan Drone Ukraina ke Kediaman Putin
Trump Ragu Kediaman Putin Diserang Drone Rusia
Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia "sangat marah" setelah Putin memberitahunya melalui telepon tentang upaya Ukraina untuk menyerang rumahnya.
Namun, tak lama sebelum WSJ menerbitkan laporannya, Trump, melalui unggahan di Truth Social, tampaknya meragukan tuduhan Rusia dengan membagikan editorial New York Post berjudul “Gertakan 'Serangan' Putin Menunjukkan Rusia Adalah Pihak yang Menghalangi Perdamaian.”
Editorial tersebut berpendapat kalau Rusia menghalangi upaya untuk mengakhiri perang dan bahwa setiap serangan terhadap Putin akan "lebih dari sekadar dibenarkan" mengingat dugaan upaya pembunuhan Rusia terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Pada Rabu, Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan penjelasan rinci pertamanya tentang klaim serangan terhadap kediaman Putin di Valdai.
Dalam sebuah pengarahan, kementerian Rusia tersebut menunjukkan peta yang diduga menunjukkan jalur penerbangan lebih dari 90 drone Ukraina, bersama dengan rekaman video yang menurut mereka adalah pesawat tak berawak yang jatuh.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa lebih dari setengah drone tersebut dihancurkan ratusan kilometer dari Valdai, di wilayah dekat perbatasan Ukraina yang sering menjadi sasaran serangan Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/putin-di-klub-diskusi-valdai.jpg)