Selasa, 2 Juni 2026

Amerika Versus Venezuela

Maduro dan Istri Dijadwalkan Hadir di Pengadilan New York pada 5 Januari 2026

Amerika Versus Venezuela: Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya dijadwalkan hadir di pengadilan New York 5 Januari 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/HO/IST
MADURO DITANGKAP - Presiden Venezuela Nicolas Maduro di atas kapal USS Iwo Jima seperti yang diunggah oleh Presiden Donald Trump di Truth Social pada Sabtu (3/1/2026). Tampak mata Maduro ditutup dan tangannya diborgol, serta telinganya disumbat seusai ditangkap. Amerika Versus Venezuela: Maduro dan istrinya dijadwalkan hadir di pengadilan New York 5 Januari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dijadwalkan hadir di Pengadilan Distrik AS di Manhattan pada 5 Januari 2026 untuk pembacaan dakwaan terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, dan kepemilikan senjata ilegal.
  • Mereka ditangkap AS pada 3 Januari selama operasi militer di Caracas.
  • Presiden Trump menyatakan AS akan mengelola transisi demokrasi, sementara Venezuela dan Rusia mengecam tindakan ini dan menyerukan pembebasan mereka

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Adela Flores de Maduro, dijadwalkan hadir di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York pada Senin (5/1/2026).

Mereka akan mengikuti pembacaan dakwaan (arraignment) pukul 12.00 waktu setempat di Manhattan, dilansir The New York Times.

Ini adalah tahap prosedural awal di mana hakim membacakan dakwaan dan menanyakan apakah terdakwa mengaku bersalah atau tidak.

Hakim Alvin K Hellerstein akan mempimpin jalannya agenda tersebut.

Kehadiran Maduro dan istrinya sebagian besar bersifat prosedural.

Pembacaan dakwaan dan proses litigasi lanjutan diperkirakan berlangsung bertahun-tahun.

Hakim Hellerstein, yang memimpin persidangan, dikenal luas karena menangani kasus narkoba internasional selama lebih dari satu dekade.

Ia juga pernah menangani beberapa jaringan kriminal besar, BBC melaporkan.

Maduro menghadapi empat dakwaan utama.

Dakwaan itu mencakup konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, serta dua tuduhan kepemilikan senjata dan alat peledak ilegal.

Dakwaan juga menargetkan putra Maduro dan sejumlah pejabat tinggi pemerintahannya.

Baca juga: 5 Populer Internasional: Detik-Detik Penangkapan Presiden Maduro - Fakta Cadangan Minyak Venezuela

Selain itu, pihak berwenang berupaya menyita seluruh aset yang diduga diperoleh dari jaringan kriminal tersebut, USA Today melaporkan.

Maduro dan Cilia Flores ditangkap di kediaman mereka pada Sabtu (3/1/2026).

Penangkapan dilakukan saat pasukan militer Amerika Serikat menyerbu Caracas.

Keeduanya kemudian dibawa ke New York untuk proses hukum.

Operation Absolute Resolve

Presiden Donald Trump menyatakan operasi ini bertujuan memastikan transisi demokrasi yang “aman, tepat, dan bijaksana” di Venezuela.

Operasi rahasia tersebut mendapat persetujuan langsung Presiden AS Donald Trump dan diberi kode Operation Absolute Resolve.

Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengatakan operasi dimulai pada Jumat (2/1/2026) malam, dengan pengerahan pesawat dan helikopter dari sekitar 20 pangkalan militer.

Helikopter terbang rendah dan dilindungi jet tempur, pesawat pengebom, serta drone setelah sistem pertahanan udara Venezuela dilumpuhkan.

Saat tiba di Caracas, pasukan AS sempat menghadapi tembakan sebelum akhirnya FBI dan pasukan khusus memasuki kompleks kediaman Maduro.

Trump mengungkap Maduro sempat mencoba bersembunyi di ruang aman berbahan baja, namun gagal karena kecepatan pasukan AS.

Maduro dan istrinya kemudian dievakuasi ke Amerika Serikat dengan pengawalan ketat.

Caine menyebut operasi selesai saat pesawat keluar dari wilayah Venezuela sekitar pukul 03.29 waktu setempat.

Trump menegaskan AS akan mengelola negara tersebut sementara transisi berlangsung hingga demokrasi dapat dipulihkan secara aman.

Baca juga: Operasi Absolute Resolve: Intel AS Intai Maduro 24 Jam, Kerahkan 150 Pesawat, Satu Heli Kena Tembak

Trump menyatakan Washington akan mengambil alih kendali Venezuela untuk sementara waktu.

Fokus utama pengambilalihan tersebut adalah pengelolaan industri minyak negara itu.

Trump mengatakan langkah tersebut diperlukan untuk memastikan transisi yang aman, adil, dan solid.

Pernyataan itu disampaikan setelah operasi militer yang menggulingkan Maduro dari kekuasaan pada Sabtu (3/1/2026)

Trump menegaskan kendali AS mencakup sektor energi, khususnya industri minyak.

Sektor tersebut selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Venezuela, dilaporkan Associated Press.

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Jumlahnya sekitar 17 persen dari total cadangan minyak global.

Negara itu juga memiliki cadangan gas alam terbesar keenam di dunia.

Trump menyebut perusahaan-perusahaan minyak Amerika akan ditugaskan memperbaiki infrastruktur energi Venezuela.

Ia menilai infrastruktur tersebut telah rusak parah.

“Infrastrukturnya bobrok dan minyaknya berbahaya,” kata Trump.

“Kami akan mengirim perusahaan minyak terbesar kami, menghabiskan miliaran dolar, dan membuat minyak kembali mengalir sebagaimana mestinya,” ujarnya dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, seperti dikutip Marca.

Trump juga menuding rezim sosialis Venezuela telah mencuri industri minyak.

Ia menyebut industri tersebut dibangun dengan teknologi dan keahlian Amerika Serikat.

Trump menilai hal itu sebagai salah satu pencurian properti Amerika terbesar dalam sejarah negaranya.

Baca juga: Ini Profil Kartel Matahari yang Disebut AS Sebagai Teroris Narkoba, Terkait dengan Presiden Maduro

Meski demikian, embargo terhadap minyak Venezuela masih tetap berlaku.

Trump mengakui proses membangun kembali infrastruktur energi negara itu akan memakan waktu.

Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran militer Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas kawasan.

Kecaman atas Penangkapan Maduro

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil Pinto, mengecam tindakan AS sebagai agresi militer terhadap target sipil dan militer.

Ia menyebut operasi itu melanggar kedaulatan Venezuela.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menilai serangan bersenjata AS sangat mengkhawatirkan.

Rusia menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya serta menekankan pentingnya dialog untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut, TASS melaporkan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan operasi ini bukan tentang pemilu.

Dia mengatakan tujuan sebenarnya adalah menjalankan kebijakan AS terhadap Venezuela sesuai kepentingan nasional.

Baca juga: Reaksi Para Pemimpin Dunia Atas Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS

Kejadian ini menjadi puncak ketegangan antara Washington dan Caracas.

Ketegangan meningkat setelah berbulan-bulan ancaman dan penyitaan kapal tanker minyak Venezuela oleh AS.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved