Jumat, 1 Mei 2026

Ratusan Turis Internasional Terdampar di Pulau Socotra, Yaman, Akibat Konflik Arab Saudi dan UEA

Ratusan turis internasional terdampar di Pulau Socotra, Yaman, setelah penerbangan dibatalkan akibat konflik bersenjata antara faksi-faksi Saudi-UEA

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
tangkapan layar
PULAU SOCOTRA YAMAN - Foto yang diunggah di situs promosi ekowisata Pulau Socotra Yaman, 'Welcome to Socotra'. Lebih dari 400 turis internasional terdampar di Pulau Socotra, Yaman, setelah penerbangan dibatalkan akibat konflik bersenjata antara faksi yang didukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. 

Ringkasan Berita:
  • Lebih dari 400 turis internasional terdampar di Pulau Socotra, Yaman, setelah penerbangan dibatalkan akibat konflik bersenjata antara faksi yang didukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
  • Wisatawan dari berbagai negara, termasuk Rusia, Inggris, Prancis, Amerika, China, dan Polandia, kini meminta bantuan evakuasi melalui kedutaan masing-masing.
  • Situasi keamanan di Socotra memburuk karena intensifikasi operasi militer, sementara bandara di Aden baru kembali beroperasi setelah sempat terganggu.


TRIBUNNEWS.COM – Ratusan wisatawan internasional terdampar di pulau wisata di Yaman setelah penerbangan dibatalkan menyusul meningkatnya bentrokan kekerasan di negara tersebut.

Dilansir Daily Mail, lebih dari 400 turis terjebak di Pulau Socotra (Saqatri), akibat eskalasi konflik antara faksi-faksi bersenjata yang saling bersaing.

Kelompok-kelompok tersebut berafiliasi dengan pemerintah Yaman, namun didukung secara terpisah oleh Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan seluruh perjalanan udara domestik dan internasional telah dihentikan di pulau tersebut sejak status darurat diumumkan bulan lalu.

“Saat ini kami memiliki 416 warga asing yang terdampar dari berbagai negara, termasuk lebih dari 60 warga Rusia,” ujarnya.

Wakil Gubernur Socotra bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Yahya bin Afrar, mengatakan lebih dari 400 wisatawan terjebak di pulau itu setelah penerbangan mereka dihentikan.

Seorang agen perjalanan di Socotra yang berbicara secara anonim juga menyampaikan angka serupa.

“Pulau ini biasanya memiliki tiga penerbangan mingguan dari ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, yang membawa wisatawan asing,” kata agen tersebut.

“Kami telah mengajukan permohonan dan menyerukan dimulainya kembali penerbangan,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa bandara seharusnya dijauhkan dari konflik politik.

PETA YAMAN - Tangkap layar Google Maps memperlihatkan letak Pulau Socotra yang terletak di pulau berbeda dari ibu kota Yaman, Sana'a. Ratusan turis internasional terdampar di Pulau Socotra setelah penerbangan dibatalkan akibat konflik bersenjata antara faksi-faksi Saudi-UEA.
PETA YAMAN - Tangkap layar Google Maps memperlihatkan letak Pulau Socotra yang terletak di pulau berbeda dari ibu kota Yaman, Sana'a. Ratusan turis internasional terdampar di Pulau Socotra setelah penerbangan dibatalkan akibat konflik bersenjata antara faksi-faksi Saudi-UEA. (tangkapan layar)

Pulau Socotra di Yaman dikenal dengan pohon khas “darah naga”, satwa endemik yang unik, serta lautan biru kehijauan yang dipenuhi lumba-lumba. 

Keindahan alam tersebut telah menjadikan Socotra magnet bagi para pelancong dan influencer selama bertahun-tahun.

Baca juga: Dari Sekutu Menjadi Musuh, Arab Saudi dan UEA Kini Berkonflik di Yaman

Terletak di Samudra Hindia, sekitar 350 kilometer dari pesisir Yaman, kepulauan Socotra, yang terdiri dari empat pulau utama dan dua pulau karang, menjadi rumah bagi sekitar 50.000 penduduk dan relatif tidak terpengaruh oleh perang yang telah menghancurkan daratan utama Yaman.

Banyak wisatawan berangkat dari UEA, pendukung utama pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) yang menguasai pulau-pulau tersebut.

Sebagian lainnya tiba di Socotra pada pekan lalu untuk merayakan Tahun Baru.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved