Selasa, 21 April 2026

Demo di Iran Meluas, Rencana Ayatollah Ali Khamenei Kabur ke Rusia Dibocorkan Media Inggris

Pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan berencana melarikan diri ke Rusia.

|
Editor: Hasanudin Aco
Kremlin
PUTIN TEMUI KHAMENEI - Gambar diambil dari Kremlin, Jumat (11/7/2025), memperlihatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (tidak terlihat dalam foto). Kabar terbaru menyebutkan Ali Khamenei akan melarikan diri ke Rusia jika demo di Iran terus meluas. 

Ringkasan Berita:
  • Media Inggris The Times menurunkan ulasan rencana Pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melarikan diri ke Rusia
  • Khamenei (86 tahun) berencana melarikan diri bersama 20 orang, termasuk keluarga dan para pembantu terdekatnya
  • Rencana pelarian Khamenei mirip aksi pelarian mantan Presiden  Suriah Bashar al-Assad  yang kabur dari Suriah menuju Rusia saat rezim itu runtuh pada November 2024.

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan berencana melarikan diri ke Rusia.

Rencana itu akan diwujudkan jika unjuk rasa yang terjadi sejumlah wilayah di Iran terus meningkat.

Demikian dilaporkan media Inggris The Times, Minggu (4/1/2026), dengan menyebutnya sebagai 'Rencana B'.

Media itu melaporkan  Khamenei (86 tahun) berencana melarikan diri bersama 20 orang, termasuk keluarga dan para pembantu terdekatnya.

"Keluarga termasuk putranya dan calon pewaris takhta, Mojtaba,” tulis The Times mengutip sumber intelijen.

Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran sejak tahun 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini.

Sebagai pemimpin tertinggi, dia memegang kekuasaan atas militer, kehakiman, media, dan kebijakan luar negeri.

Dan yang lebih penting adalah mengendalikan militer Garda Revolusi Islam (IRGC) serta memiliki pengaruh besar atas pemilihan presiden maupun parlemen.

Apa yang terjadi di Iran?

Memasuki hari kedelapan, aksi demo di Iran semakin meluas hingga ke 222 lokasi di 78 kota di Iran.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan aksi protes dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi.

Sebanyak 20 orang tewas hingga saat ini.

Kepala Kepolisian Iran, Ahmadreza Radan menduga terdapat unsur penghasutan dan campur tangan asing atas kerusuhan tersebut.

Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (6/1/2025), unjuk rasa melibatkan mahasiswa, buruh, serta warga sipil.

Mereka tetap bertahan meski aparat keamanan dikerahkan dalam jumlah besar.

HRANA menyebut sedikitnya 17 universitas menjadi pusat aksi mahasiswa yang menuntut perbaikan kondisi ekonomi dan perluasan kebebasan sipil.

GELOMBANG PROTES - Para pemilik toko dan pedagang melakukan protes di jalanan memprotes buruknya kondisi ekonomi dan mata uang Iran yang sedang terpuruk di Teheran pada 29 Desember 2025. Demonstrasi berubah menjadi gelombang protes yang memakan sebanyak 6 korban sejauh ini.
GELOMBANG PROTES - Para pemilik toko dan pedagang melakukan protes di jalanan memprotes buruknya kondisi ekonomi dan mata uang Iran yang sedang terpuruk di Teheran pada 29 Desember 2025. Demonstrasi berubah menjadi gelombang protes yang memakan sebanyak 6 korban sejauh ini. (HO/IST/Tangkap Layar/RNTV)

Diduga amankan aset

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved