UEA Hapus Program Beasiswa ke UK: Inggris Kini Jadi Sarang Islam Radikal
Kekhawatiran utama Abu Dhabi adalah tren organisasi islam radikal di Inggris yang kian merajalela.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) akui sudah menghapus universitas-universitas Inggris dari daftar pendanaan beasiswa negara sejak Juli 2025
- Langkah ini diambil karena Abu Dhabi khawatir mahasiswa mereka terpapar paham radikalisme Islam dari organisasi yang terafiliasi Ikhwanul Muslimin di Inggris
- Kebijakan ini memicu penurunan drastis jumlah visa pelajar mahasiswa UEA ke Inggris hingga 55 persen
- Gelar akademik dari Inggris juga terancam tidak akan diakui lagi secara domestik di UEA
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah mengambil langkah tegas untuk membatasi pendanaan beasiswa bagi mahasiswa UEA yang ingin menempuh studi di universitas-universitas Inggris.
Langkah ini sendiri mencerminkan meningkatnya ketegangan terkait sikap Inggris yang dinilai kurang tegas dalam menghadapi organisasi-organisasi Islam Radikal.
Keputusan tersebut juga menandakan adanya keretakan yang lebih dalam pada hubungan yang secara historis terjalin erat, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan kerja sama pendidikan antara kedua negara.
Dikutip dari The Financial Times, Isu penghapusan beasiswa ke Inggris ini diisukan langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi UEA yang menerbitkan daftar revisi pendanaan mahasiswa untuk universitas internasional.
Di dalam revisi beasiswa UEA tersebut, institusi pendidikan dari Amerika Serikat, Australia, Prancis, dan Israel tetap masuk dalam daftar negara tujuan para penerima beasiswa.
Menariknya, tak ada satupun universitas-universitas asal Inggris yang dicantumkan dalam daftar beasiswa dari pemerintah UEA tersebut.
Kabar ini sendiri menurut pejabat terkait di UEA juga sudah diungkapkan kepada perwakilan diplomat Inggris.
Pemerintah UEA menegaskan bahwa hilangnya nama Inggris bukan karena kelalaian ataupun ketidaksengajaan.
Pihak Abu Dhabi mengaku memang sudah memasukkan nama Inggris dalam daftar pengecualian program beasiswa di UEA per Juli 2025 lalu.
Sumber yang mengetahui diskusi tersebut menjelaskan bahwa kekhawatiran utama Abu Dhabi adalah tren organisasi islam radikal di Inggris yang kian merajalela.
Adapun penghapusan beasiswa ke Inggris ini dilakukan guna mencegah mahasiswa UEA terpapar apa yang mereka anggap sebagai potensi radikalisasi Islam di kampus-kampus Inggris tersebut.
"Mereka tidak ingin anak-anak mereka terpapar radikalisme di kampus," ujar seorang sumber dari Financial Times tersebut.
Baca juga: Ratusan Turis Internasional Terdampar di Pulau Socotra, Yaman, Akibat Konflik Arab Saudi dan UEA
Pejabat yang memahami kebijakan tersebut juga menyampaikan kepada The Times UK bahwa meskipun pendanaan federal dibatasi, pemerintah tidak memberlakukan larangan total bagi warga yang ingin mendaftarkan anak-anak mereka secara mandiri ke Inggris.
Keluarga di UEA yang mampu membiayai anak-anak mereka untuk berkuliah ke Inggris masih dibolehkan oleh pemerintah.
Bagi mahasiswa yang sudah terdaftar sebelum aturan ini berlaku, bantuan beasiswa akan tetap dilanjutkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-BEASISWA-UEA-UNI-EMIRAT-ARAB.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.