'Teroris Mossad' Diklaim Serang Polisi Iran, Israel Akui Agennya Kini Beroperasi di Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengklaim “teroris Mossad” menyerang para polisi di Iran di tengah berlangsungnya unjuk rasa besar.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengklaim “teroris Mossad” menyerang para polisi di Iran di tengah berlangsungnya unjuk rasa besar di negaranya.
Klaim itu dilontarkan Araghchi setelah pada hari Minggu, (11/1/2026), mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyatakan Mossad atau agen Israel berjalan-jalan di jalanan Iran.
“Direktur CIA yang diperintah Presiden [AS Donald] Trump secara terbuka dan tanpa malu-malu menyoroti apa yang sebenarnya dilakukan oleh Mossad dan para pendukungnya,” ujar Araghchi, Sabtu, di media sosial X.
Dikutip dari Press TV, Araghchi memperingatkan AS dan Israel mengenai konsekuensi yang akan muncul karena mendukung para perusuh dalam aksi unjuk rasa di Iran. Araghchi mempertanyakan apakah pemerintah AS bakal menoleransi aksi serangan terhadap polisi seperti itu apabila terjadi di AS.
Di samping itu, dia mengkritik pemerintah Presiden AS Donald Trump yang menurutnya mendukung aksi kebrutalan di AS. Namun, Trump justru bungkam terhadap aksi perusuh di negara lain.
Araghchi menyinggung kasus seorang perempuan di AS yang tewas karena ditembak oleh agen ICE (Lembaga Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai). Dalam kasus itu Trump justru menuding korban sebagai “teroris dalam negeri”.
Jaringan terorganisir diduga menyusup ke Iran
Sekretaris Dewan Keamanan Iran Ali Larijani pada hari Minggu mengklaim “jaringan yang terorganisir dan merusak” telah menyusup di antara para pengunjuk rasa dan menjalankan aksi kekerasan. Larijani menyebut taktik yang dilakukan jaringan itu mirip dengan taktik ISIS.
Kepada kantor berita Tasnim, Larijani berkata kerusuhan yang terjadi di Iran belakangan ini harus dipisahkan dari aksi unjuk rasa yang dipicu oleh krisis ekonomi.
Sebelumnya, Tasnim melaporkan ada 109 aparat keamanan yang tewas karena kerusuhan di seluruh Iran.
Israel akui Mossad kini beroperasi di Iran
Baca juga: Demonstrasi di Iran Tewaskan Lebih dari 100 Aparat Keamanan
Menteri Warisan Budaya Israel Amichai Eliyahu mengakui bahwa agen Mossad kini beroperasi di Iran di tengah-tengah aksi unjuk rasa besar di negara itu.
Menurut dia, Israel sudah mengerahkan agennya secara langsung di Iran selama perang 12 hari antara Iran dan Israel pada bulan Juni 2025. Eliyahu menyebut agen yang sama juga beroperasi di Iran saat ini.
“Ketika kami menyerang Iran saat operasi ‘Singa Bangkit’, kami berada di tanah Iran dan paham cara meletakkan dasar-dasar untuk melancarkan serangan. Saya dapat menjamin bahwa kita punya beberapa orang Israel yang sedang beroperasi saat ini,” kata Eliyahu kepada Army Radio, Kamis, (8/1/2026), dikutip dari The New Arab.
“Apakah mereka kini beraksi agar menggulingkan rezim Iran secara langsung? Tidak. Apakah mereka beraksi agar memastikan Iran tidak bisa mengancam kita dari segala bidang? Ya.”
Di sisi lain, Iran juga mengakui bahwa Israel mengerahkan agen-agennya saat perang yang berlangsung 12 hari. Iran pun melakukan penangkapan dan menghukum mati sejumlah orang yang dinyatakan bekerja sama dengan Mossad.
Pada hari yang sama ketika Eliyahu mengonfirmasi keberadaan Mossad di Iran, Araghchi mengatakan AS dan Israel campur tangan dalam persoalan domestik Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/situasi-aksi-protes-yang-terjadi-di-Iran-Jan.jpg)