Iran Memanas
Demonstrasi di Iran Tewaskan Lebih dari 100 Aparat Keamanan
Demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah Iran disebut menewaskan lebih dari 100 petugas keamanan. Ratusan sipil juga tewas.
Ringkasan Berita:
- Lebih dari 100 aparat keamanan Iran tewas dalam demonstrasi terkait krisis ekonomi nasional.
- HRNA mencatat 538 korban tewas, mayoritas demonstran sipil, serta lebih dari 10.600 ditahan.
- Pemerintah Iran klaim kerusuhan mereda, AS peringatkan Teheran agar tidak gunakan kekuatan mematikan.
TRIBUNNEWS.COM - Demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah Iran disebut menewaskan lebih dari 100 petugas keamanan.
Dikutip dari Al Jazeera, data itu disampaikan media pemerintah Iran dalam aksi protes terkait krisis ekonomi.
Televisi pemerintah pada Minggu mengatakan 30 anggota polisi dan aparat keamanan tewas di Provinsi Isfahan, serta enam lainnya di Kermanshah, Iran barat, dalam kerusuhan terbaru.
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa 109 personel keamanan telah tewas dalam protes yang terjadi di berbagai wilayah Iran.
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran menyatakan seorang stafnya meninggal dunia akibat serangan terhadap salah satu gedung bantuan di Gorgan, ibu kota Provinsi Golestan.
Media pemerintah juga melaporkan sebuah masjid dibakar di Mashhad, Iran timur, pada Sabtu malam.
Angka korban tersebut dilaporkan ketika otoritas Iran meningkatkan upaya untuk meredam protes terbesar di negara itu dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat ribuan orang turun ke jalan memprotes melonjaknya biaya hidup dan inflasi.
Ratusan Korban Jiwa dari Sipil
Dikutip dari hindustantimes.com, menurut Human Rights Activists News Agency (HRNA) yang berbasis di Amerika Serikat, jumlah korban tewas dalam tindakan penindakan terhadap demonstrasi nasional di Iran melonjak pada Minggu menjadi sedikitnya 538 orang.
Sementara itu lebih dari 10.600 orang telah ditahan.
Dari data tersebut, jumlah korban tewas dari unsur demonstran atau sipil mencapai 490 orang.
Dengan akses internet di Iran terputus dan jaringan telepon diputus, pemantauan demonstrasi dari luar negeri menjadi semakin sulit.
Baca juga: Iran Pasang Status Siaga Perang, Siap Gelar Serangan Balasan Jika AS Menyerang
Kerusuhan Berangsur Mereda
Kementerian Dalam Negeri menyebut “kerusuhan” tersebut berangsur mereda, sementara jaksa agung memperingatkan pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan dapat menghadapi hukuman mati.
Pada Sabtu, Ali Larijani, pejabat tinggi keamanan, menuduh sebagian demonstran telah “membunuh orang atau membakar orang, yang sangat mirip dengan apa yang dilakukan ISIS”, merujuk pada kelompok bersenjata ISIL.
Hassan Ahmadian, akademisi Universitas Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa demonstrasi yang dimulai dua pekan lalu berubah menjadi kekerasan pada Kamis, menyebutnya sebagai “salah satu hari paling menakutkan di Iran, termasuk di Teheran”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Demonstrasi-Iran-2.jpg)