Iran Memanas
Singgung Intervensi Militer, Trump Ungkap AS Pertimbangkan Opsi untuk Respons Protes di Iran
Ancaman terbaru Trump muncul ketika para pemimpin Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap intervensi militer.
Ringkasan Berita:
- AS sedang mempertimbangkan "opsi-opsi kuat" sebagai tanggapan terhadap protes di Iran.
- Ancaman Trump muncul ketika para pemimpin Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap intervensi militer.
- Trump dijadwalkan bertemu para penasihat senior pada Selasa (13/1/2026) untuk membahas opsi-opsi terkait Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Washington sedang mempertimbangkan "opsi-opsi kuat" sebagai tanggapan terhadap protes di Iran, termasuk kemungkinan intervensi militer.
Trump menyampaikan, pimpinan Iran telah menelepon, berupaya "untuk bernegosiasi" setelah ancaman aksi militernya, dan bahwa "pertemuan sedang diatur".
Namun, Trump menambahkan bahwa “kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan”.
“Kami mempertimbangkannya dengan sangat serius. Pihak militer juga mempertimbangkannya, dan kami sedang melihat beberapa opsi yang sangat kuat."
"Kami akan membuat keputusan,” ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada Minggu (11/1/2026), dilansir Al Jazeera.
Ancaman terbaru Trump muncul ketika para pemimpin Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap intervensi militer, dengan Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan, “Jika terjadi serangan terhadap Iran, wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah kami”.
Trump dijadwalkan bertemu dengan para penasihat senior pada Selasa (13/1/2026) untuk membahas opsi-opsi terkait Iran, kata seorang pejabat AS kepada kantor berita Reuters.
Wall Street Journal melaporkan bahwa opsi-opsi tersebut termasuk serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, dan pemberian bantuan daring kepada sumber-sumber anti-pemerintah.
Trump mengatakan pada Minggu bahwa ia berencana untuk berbicara dengan miliarder Elon Musk tentang pemulihan internet di Iran.
“Dia sangat mahir dalam hal semacam itu, dia memiliki perusahaan yang sangat bagus,” kata Trump kepada wartawan menanggapi pertanyaan tentang apakah dia akan bekerja sama dengan perusahaan SpaceX milik Musk, yang menawarkan layanan internet satelit bernama Starlink yang telah digunakan di Iran.
Pemimpin AS itu juga berbicara tentang rencananya untuk Greenland dan Venezuela.
Baca juga: Demo Memanas, Iran Peringatkan AS-Israel Tak Ikut Campur dengan Opsi Militer
Mengenai Greenland, ia menyerukan agar wilayah Arktik Denmark itu "membuat kesepakatan", dan mengatakan "kita sedang membicarakan akuisisi, bukan membuat kesepakatan jangka pendek".
Mengenai Venezuela, Trump mengkonfirmasi bahwa ia akan bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado pada Selasa (13/1/2026) atau Rabu (14/1/2026).
Kronologi Protes di Iran
Protes dimulai pada 28 Desember 2025, ketika para pedagang di Pasar Besar Teheran menutup toko mereka karena nilai rial Iran yang anjlok.
Demonstrasi dengan cepat menyebar ke seluruh negeri, dengan keluhan yang berkembang dari kekhawatiran ekonomi atas melonjaknya biaya hidup hingga penentangan yang lebih luas terhadap rezim ulama Iran, yang telah memerintah negara itu sejak Revolusi Islam pada tahun 1979.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DONALD-TRUMP-SOAL-SERANGAN-ISRAEL-26082025.jpg)