China Siap Poles Jet Siluman J-20: Radar Lebih Tajam, Mesin Lebih Kuat, AI Lebih Pintar
China meningkatkan jet tempur siluman J-20 dengan radar lebih canggih, mesin WS-15, dan integrasi kecerdasan buatan untuk memperkuat kemampuan tempur
Ringkasan Berita:
- China meningkatkan jet tempur siluman J-20 dengan radar lebih canggih, mesin WS-15, dan integrasi kecerdasan buatan untuk memperkuat kemampuan tempur udara.
- J-20, simbol modernisasi militer China, kini juga dikembangkan dalam varian dua kursi J-20S yang memungkinkan koordinasi dengan drone serang siluman GJ-11.
- Modernisasi ini menegaskan ambisi China menandingi pesawat tempur siluman Amerika Serikat sekaligus mempersiapkan pengembangan jet generasi keenam.
TRIBUNNEWS.COM – China bersiap meningkatkan kemampuan pesawat tempur siluman canggih J-20 melalui pembaruan pada sistem avionik, termasuk radar, mesin, serta integrasi kecerdasan buatan (AI).
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi jet tempur generasi kelima itu dalam peperangan udara, kata seorang analis militer kepada media pemerintah, seperti dilansir South China Morning Post.
J-20 Mighty Dragon, jawaban China terhadap F-22 Raptor milik Amerika Serikat, juga dinilai mampu beroperasi secara efektif bersama pesawat tanpa awak serang siluman dan pesawat peringatan dini (early warning aircraft) milik China.
Hal ini disampaikan komentator militer Zhang Xuefeng kepada penyiar pemerintah CCTV dalam sebuah program yang dirilis pada Sabtu (10/1/2026).
Hari Minggu (11/1/2026) menandai peringatan 15 tahun penerbangan perdana jet buatan China tersebut, yang pertama kali mengudara di Chengdu pada 11 Januari 2011.
Pesawat ini secara resmi mulai beroperasi aktif pada Maret 2017.
Jet bermesin ganda dengan satu kursi pilot ini sejak itu dipandang sebagai simbol modernisasi militer China serta harapan terbaik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk menandingi pesawat tempur siluman tercanggih milik Angkatan Udara Amerika Serikat.
Pengembangnya, Chengdu Aircraft Corporation, membekali J-20 dengan desain yang meminimalkan pantulan radar, lapisan penyerap radar, serta ruang senjata internal.
Selain teknologi siluman tersebut, jet tempur generasi kelima ini juga memiliki kemampuan jelajah supersonik, kemampuan manuver super, serta sistem avionik canggih.
Para analis menilai pengembangan internal akan terus berlanjut dan teknologi yang ada akan semakin disempurnakan.
“Pesawat ini perlu meningkatkan kinerja sistem avioniknya, seperti radar serta sistem pencarian dan pelacakan inframerah,” kata Zhang.
Baca juga: Jet Tempur Baru China J-20S Punya Dua Kursi, Fitur yang Tidak Dimiliki F-35
“Persenjataan udaranya, atau rudal udara-ke-udara, tidak diragukan lagi akan memiliki jangkauan yang semakin jauh serta kemampuan anti-interferensi yang lebih kuat. Sangat penting pula untuk terus meningkatkan mesinnya,” tambahnya.
Pada tahap awal operasinya, J-20 menggunakan mesin Saturn AL-31 buatan Rusia.
Pesawat ini kemudian beralih pada September 2021 ke mesin WS-10C yang dirancang dan diproduksi di China, dan kini disebut telah menggunakan mesin WS-15 yang lebih canggih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Potret-jet-siluman-Chengdu-J-20-Mighty-Dragon-yang-diunggah-di-p.jpg)