5 Populer Internasional: Demo di Iran Tewaskan 12.000 Orang - Utusan Trump Temui Reza Pahlavi
Gelombang protes di Iran menewaskan sekitar 12.000 orang, dengan pemerintah dituding melakukan penindasan disertai pemadaman informasi.
Ringkasan Berita:
- Gelombang protes di Iran menewaskan sekitar 12.000 orang, dengan pemerintah dituding melakukan penindasan disertai pemadaman informasi.
- Utusan Presiden AS Donald Trump dilaporkan bertemu Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi untuk membahas kemungkinan pemerintahan transisi.
- Situasi ini memicu respons global: AS mengancam tarif dagang bagi negara yang berbisnis dengan Iran, Kanada menjalin kemitraan baru dengan China, dan Rusia mengecam campur tangan Amerika.
TRIBUNNEWS.COM - Gelombang protes besar di Iran kembali mengguncang dunia, dengan laporan korban mencapai 12.000 jiwa.
Di tengah krisis yang menyita perhatian internasional, utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan bertemu dengan Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Iran yang diasingkan.
Berikut rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Demo di Iran Memakan Korban Jiwa 12.000 Orang, Trump: AS Bakal Ambil Tindakan Tegas!
Demonstrasi besar-besaran di Iran yang berlangsung sejak Desember 2025 lalu telah memakan korban jiwa sebanyak 12.000 orang.
Menurut sumber-sumber senior pemerintah dan keamanan, jumlah korban tewas tersebut sebagian besar terjadi pada tanggal 8 dan 9 Januari 2026 selama pemadaman internet yang sedang berlangsung.
Pembunuhan itu dilakukan atas perintah langsung Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Iran International melaporkan, Iran berada di bawah pemadaman informasi terkoordinasi yang bertujuan tidak hanya untuk kontrol keamanan, tetapi juga untuk menyembunyikan kebenaran.
Pemutusan internet, komunikasi yang lumpuh, penutupan media, dan intimidasi terhadap jurnalis dan saksi mengarah pada satu tujuan: mencegah kejahatan besar dan bersejarah agar tidak terlihat.
Media massa di dalam negeri telah ditutup.
Ratusan surat kabar nasional dan lokal, sebuah perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pers Iran, telah bungkam sejak Kamis (8/1/2026).
"Ini bukanlah pengendalian krisis. Ini adalah pengakuan rasa takut bahwa kebenaran akan terungkap," tulis Iran International.
Saat ini, selain Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB), hanya segelintir situs berita yang masih aktif di dalam negeri.
Situs-situs tersebut pun beroperasi di bawah sensor dan kendali langsung lembaga keamanan.
2. Utusan Trump Diam-diam Bertemu Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi, Bahas Pemerintahan Transisi?
Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff dilaporkan mengadakan pertemuan rahasia dengan Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-15jan26.jpg)