Rabu, 20 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Trump Salahkan Zelenskyy, Tuding Penghambat Perdamaian Ukraina-Rusia

Trump menuding Zelenskyy sebagai penghambat perdamaian Rusia–Ukraina. Eropa membela Kyiv, sementara krisis militer Ukraina kian mencuat.

Tayang:
Facebook The White House
ZELENSKY KUNJUNGI AS - Foto diambil dari Facebook The White House, Selasa (19/8/2025) memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kiri) berjalan bersama Presiden AS Donald Trump (kanan). Trump menyalahkan Zelenskyy atas mandeknya perdamaian, menilai kepemimpinan Ukraina terlalu kaku dan enggan berkompromi, sementara Putin disebut siap mencapai kesepakatan damai. 

Ringkasan Berita:
  • Trump menyalahkan Zelenskyy atas mandeknya perdamaian, menilai kepemimpinan Ukraina terlalu kaku dan enggan berkompromi.
  • Kremlin mendukung pernyataan Trump, dengan juru bicara Dmitry Peskov menegaskan Rusia sejalan dengan AS dan mendesak Zelenskyy mengambil tanggung jawab politik untuk mengakhiri perang.
  • Zelenskyy membantah, menegaskan Rusia yang menolak perdamaian di tengah krisis internal Ukraina berupa kelelahan perang, kekurangan tentara, dan meningkatnya pembangkangan wajib militer.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy merupakan hambatan utama dalam upaya negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, saat ia dimintai pandangan mengenai mandeknya proses perundingan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun, tepatnya sejak 2022 silam.

Dalam wawancara tersebut, Trump menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pihak yang siap mencapai kesepakatan damai.

Ketika ditanya mengapa pembicaraan perdamaian belum menghasilkan keputusan konkret, Trump hanya menjawab singkat, “Zelenskyy,” yang mengindikasikan bahwa pemimpin Ukraina itu dianggap menghambat jalannya negosiasi.

Dalam pandangan Trump, kepemimpinan Zelenskyy dianggap terlalu kaku dalam mempertahankan posisi Ukraina.

Terutama terkait tuntutan kedaulatan wilayah dan penolakan terhadap konsesi strategis yang berpotensi membuka jalan bagi gencatan senjata.

Sikap tersebut dinilai Trump sebagai penghalang utama dalam mencapai kesepakatan politik yang realistis di tengah kelelahan perang yang berkepanjangan.

Pernyataan Trump mendapat dukungan dari Kremlin. Mengutip dari NHK World, Juru bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa Rusia sependapat dengan penilaian Trump.

Peskov menambahkan bahwa sudah waktunya Presiden Zelenskyy memikul tanggung jawab penuh dan mengambil keputusan politik yang dianggap perlu untuk menghentikan konflik.

Respons cepat Kremlin juga mencerminkan upaya Rusia menunjukkan keselarasan dengan Washington di bawah kepemimpinan Trump.

Baca juga: Iran Batalkan Eksekusi Ratusan Demonstran, Trump Ucapkan Terima Kasih: Saya Sangat Menghargai

Dengan menegaskan bahwa Moskow bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam kerangka pembahasan perdamaian,

Rusia ingin memperlihatkan dirinya sebagai aktor yang konstruktif dan siap berunding, sekaligus menggeser sorotan internasional dari agresi militer ke isu politik dan kepemimpinan Ukraina.

Zelenskyy Buka Suara

Pasca disebut sebagai penghalang utama dalam upaya negosiasi perdamaian Rusia–Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akhirnya angkat bicara untuk menanggapi tudingan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Zelenskyy secara tegas membantah anggapan bahwa dirinya tidak siap secara politik untuk berkompromi dalam pembicaraan damai.

Dalam pernyataannya, Zelenskyy menekankan bahwa Rusia justru merupakan pihak yang menolak menandatangani kesepakatan damai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved