Jumat, 15 Mei 2026

5 Populer Internasional: Kontroversi Nobel Perdamaian Trump - Demo Besar-besaran di AS Terkait Iran

Kompilasi berita populer internasional hari ini, di antaranya demo besar-besaran di Amerika terkait kondisi di Iran.

Tayang:
Kolase Tribunnews: The White House; Tangkap layar YouTube FOX 11 Los Angeles; Instagram @drmasoudpezeshkian; Instagram The White House
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Presiden Donald Trump menyampaikan pidato di KTT AI Gedung Putih di Auditorium Andrew W. Mellon di Washington, DC; Ribuan orang di Amerika Serikat (AS) menggelar demonstrasi besar-besaran untuk mengecam tindakan keras pemerintah Iran, Minggu (18/1/2026); Potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam sebuah unggahan di Instagram @drmasoudpezeshkian pada 22 September 2024; Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Maria Corina Machado dari Venezuela di Ruang Oval, di mana ia menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Trump, 15 Januari 2026. Inilah rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir. 

Warga Iran mengalami pemadaman internet selama setidaknya 10 hari.

Kelompok hak asasi manusia berpendapat pemadaman itu bertujuan menutupi penindakan terhadap protes yang menewaskan ribuan orang.

Demonstrasi yang dimulai pada akhir Desember 2025, dipicu oleh kemarahan warga atas jatuhnya nilai mata uang dan kesulitan ekonomi.

Aksi protes berkembang menjadi protes besar yang secara luas dianggap sebagai tantangan terbesar bagi kepemimpinan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Unjuk rasa tersebut mereda pada 8 Januari 2026 setelah dilakukan penindakan tegas oleh pasukan keamanan.

Para pejabat Iran menyatakan demonstrasi awalnya berlangsung damai sebelum berubah menjadi “kerusuhan”, dan menyalahkan campur tangan asing, termasuk Amerika Serikat dan Israel.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Iran jika para demonstran terus dibunuh.

Meski AS tampaknya telah mengurungkan niat untuk melakukan intervensi langsung, Trump menyerang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah wawancara dengan Politico pada Sabtu (17/1/2026).

Trump mengatakan sudah saatnya Iran mencari kepemimpinan baru.

“Pria itu adalah orang sakit yang seharusnya memimpin negaranya dengan benar dan berhenti membunuh orang,” kata Trump.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian kemudian merespons melalui media sosial X.

“Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama saja dengan perang skala penuh dengan bangsa Iran,” tulis Pezeshkian, Minggu (18/1/2026).

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Hadiah Nobel Tak Dapat Dialihkan ke Orang Lain, Gedung Putih Masih Berharap Pencapaian Trump Diakui

Yayasan Nobel menegaskan bahwa Hadiah Nobel tidak dapat dialihkan atau diserahkan kepada orang lain.

Sebagai informasi, Hadiah Nobel Perdamaian 2025 dianugerahkan kepada pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved