Rabu, 15 April 2026

UPDATE Kecelakaan Dua Kereta Cepat di Spanyol: Korban Jiwa Capai 40 Orang, 3 Hari Berkabung Nasional

Akibat tabrakan, dua gerbong pertama di kereta Alvia rute Madrid-Huelva milik Renfe keluar rel, dan terguling ke jurang sedalam empat meter.

Twitter/eleanorinthesky via BBC
KECELAKAAN KERETA CEPAT - Tangkap layar video rekaman dua kereta cepat terlibat insiden kecelakaan maut di dekat Adamuz, Cordoba, Spanyol bagian selatan atau sekitar 370 kilometer sebelah selatan ibu kota Madrid, pada Minggu (18/1/2026) malam pukul 19.45 waktu setempat. Korban jiwa dalam tragedi kecelakaan dua kereta cepat di Spanyol kini bertambah menjadi 40 orang. 

Ringkasan Berita:
  • Dua kereta cepat mengalami kecelakaan maut di dekat Adamuz, Cordoba, Spanyol bagian selatan pada Minggu (18/1/2026) malam pukul 19.45 waktu setempat.
  • Per Selasa (20/1/2026), tercatat korban jiwa akibat kecelakaan tersebut mencapai 40 orang.
  • Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez menyatakan, pemerintah Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional mulai Selasa (20/1/2026).

TRIBUNNEWS.COM - Korban jiwa dalam tragedi kecelakaan dua kereta cepat di Spanyol kini bertambah menjadi 40 orang.

Dua kereta cepat terlibat insiden kecelakaan maut di dekat Adamuz, Cordoba, Spanyol bagian selatan atau sekitar 370 kilometer sebelah selatan ibu kota Madrid, pada Minggu (18/1/2026) malam pukul 19.45 waktu setempat.

Kecelakaan terjadi ketika bagian belakang kereta yang api yang dioperasikan perusahaan Iryo dan membawa 289 penumpang dalam perjalanan dari Malaga ke Madrid anjlok dan keluar dari rel.

Bagian belakang kereta tersebut pun menabrak kereta lain yang datang dari arah berlawanan, yaitu dari Madrid ke Huelva, menurut operator kereta api Adif, sebagaimana dikutip dari Associated Press (AP).

Bagian depan kereta kedua yang dioperasikan oleh perusahaan negara Renfe ini mengalami dampak paling besar, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente.

Akibat tabrakan tersebut, dua gerbong pertama di kereta Alvia rute Madrid-Huelva milik Renfe itu terhantam hingga keluar rel, dan terguling ke jurang sedalam empat meter.

Pada Senin (19/1/2026) pagi, Kepala Pemerintahan Regional Andalusia Juan Manuel Moreno mengatakan pihak berwenang sedang mencari kemungkinan jenazah di area dekat lokasi kecelakaan.

“Dampaknya sangat dahsyat sehingga kami menemukan jenazah ratusan meter jauhnya,” kata Juan Manuel Moreno.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez menyatakan, pemerintah Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional mulai Selasa (20/1/2026).

Ia pun berjanji akan menyelidiki penyebab insiden kecelakaan kereta api maut ini dan mengungkapnya secara transparan.

"Ini adalah hari duka bagi seluruh Spanyol, bagi seluruh negara kita," kata Pedro Sanchez kepada wartawan selama kunjungan ke Adamuz, Senin.

"Kita akan mengungkap jawabannya, dan setelah penyebab tragedi ini ditentukan, kita akan menyajikannya dengan transparansi mutlak."

Baca juga: Dua Kereta Bawa Ratusan Penumpang Tabrakan di Spanyol, 24 Orang Tewas, Saksi: Seperti Gempa

Update terbaru sebagaimana dikutip dari ABC, Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan, 40 orang tewas dalam tragedi ini.

Namun, Kepala Pemerintahan Regional Andalusia Juan Manuel Moreno memperkirakan, angka tersebut kemungkinan masih meningkat, apalagi masih ada korban yang diperkirakan berada di bawah puing-puing kereta.

"Sayangnya, sangat mungkin korban tambahan akan ditemukan di bawah reruntuhan yang hancur," tutur Juan Manuel Moreno.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved