Sabtu, 18 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Trump Ancam Beri Tarif 200 Persen jika Prancis Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberi tarif 200 persen jika Prancis menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza.

Facebook The White House
TRUMP DAN MACRON - Foto ini diunduh dari Facebook The White House, Selasa (20/1/2026), memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berjalan di koridor Gedung Putih pada 25 April 2018. (Photo by Joyce N. Boghosian). Pada 19 Januari 2026, Trump mengancam akan memberi tarif 200 persen jika Prancis menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 200 persen pada anggur dan sampanye Prancis karena Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana menolak undangan Trump untuk bergabung dengan "Dewan Perdamaian Gaza" yang dipimpinnya. 

Dewan tersebut awalnya dibentuk untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza yang porak-poranda akibat serangan besar-besaran Israel, yang merupakan sekutu AS.

Susunan Dewan Perdamaian Gaza terdiri dari pejabat AS, pejabat negara Arab, dan lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, menantu Trump Jared Kushner, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, penasihat Trump Robert Gabriel, mantan utusan PBB untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, perwira tinggi Mesir Jenderal Hassan Rashad, dll.

“Yah, tidak ada yang menginginkannya, karena dia akan segera meninggalkan jabatannya,” kata Trump, Senin (19/1/2026), merujuk pada Presiden Prancis Emmanuel Macron yang akan meninggalkan jabatannya tahun depan. 

Trump kemudian mengancam akan mengenakan tarif dagang 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis.

"Saya akan mengenakan tarif 200 persen pada anggur dan sampanyenya. Dan dia akan bergabung. Tapi dia tidak harus bergabung," ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengkonfirmasi dia telah mengundang Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, setelah Moskow sebelumnya pada hari Senin melaporkan undangan tersebut. 

"Ya, dia telah diundang," kata Trump kepada seorang reporter di Florida yang bertanya apakah dia telah meminta Putin untuk bergabung dengan badan tersebut.

Prancis Mungkin Menolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza

Sebelumnya, sebuah sumber yang dekat dengan Macron mengatakan kepada AFP pada hari Senin, Prancis tidak bermaksud untuk menanggapi undangan tersebut dengan baik.

Baca juga: Trump Ungkap Nama Anggota Dewan Perdamaian Gaza, Awali Gencatan Senjata Fase 2

Sumber itu mengatakan piagam dewan tersebut melampaui kerangka kerja Gaza semata.

Sementara itu, sumber lain yang dekat dengan Macron mengatakan ancaman tarif Trump terhadap Prancis tidak dapat diterima.

"Ancaman tarif untuk memengaruhi kebijakan luar negeri kami tidak dapat diterima dan tidak efektif," kata sebuah sumber yang dekat dengan Macron kepada AFP pada hari Selasa (20/1/2026).

Macron Undang Trump ke Prancis

Macron telah mengirimkan pesan pribadi kepada Trump yang menawarkan untuk menyelenggarakan KTT G7 di Paris pada hari Kamis (22/1/2026) di mana Rusia dapat diundang sebagai peserta sampingan, menurut informasi dari rombongan presiden Prancis.

Trump memposting pesan tersebut di jejaring sosial Truth Social miliknya, di mana Macron juga mengusulkan untuk mengundang Ukraina ke pertemuan tersebut, serta Denmark, untuk membahas perbedaan pendapat mengenai Greenland.

Tawaran ini muncul ketika Eropa sedang mempertimbangkan langkah-langkah balasan setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa dalam upaya untuk menekan Uni Eropa terkait Greenland.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved