Senin, 18 Mei 2026

Dewan Perdamaian

Prabowo Dipuji Trump 'Orang Pemberani' sebelum Tandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza

Prabowo dipuji Trump sebagai orang pemberani sebelum menandatangani keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Tayang: | Diperbarui:
YouTube Associated Press
DEWAN PERDAMAIAN GAZA - Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani piagam Dewan Perdamaian Gaza di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Hal ini menjadikan Indonesia resmi menjadi anggota dewan bentukan Presiden AS, Donald Trump tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto dipuji Donald Trump sebagai orang pemberani sebelum menandatangani piagam Dewan Perdamaian Gaza di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
  • Dia dipuji bersama Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban.
  • Adapun Dewan Perdamaian Gaza ini juga beranggotakan beberapa negara lain seperti Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, Uzbekistan, hingga Turki.

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia telah resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Adapun hal itu terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam terkait bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Penandatanganan itu dilakukan dalam annual meeting bertajuk 'Board of Peace' di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Prabowo tampak menandatangani piagam tersebut bersama Trump yang duduk di sebelah kanannya.

Sebelum meneken piagam, Trump sempat memuji Prabowo dengan menyebut sebagai orang pemberani.

"Dia orang yang pemberani," katanya sembari diikuti tawa dari peserta yang hadir dikutip dari YouTube Associated Press (AP).

Baca juga: TB Hasanuddin: Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza Punya Peluang, Namun Risiko Harus Diantisipasi

Sementara, pemimpin yang duduk di sebelah kanan Trump adalah Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban yang turut ikut menandatangani piagai Dewan Perdamian Gaza.

Selain Indonesia dan Hungaria, negara yang masuk dalam dewan tersebut yakni Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Yordania, Pakistan, Turki, Mesir, Bahrain, Maroko, Israel, Belarusia, Kanada, Argentina, Kazakhstan, dan Uzbekistan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa tujuan Indonesia mau bergabung Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump yakni demi mempercepat proses perdamaian di Gaza.

"Ya kita akan bergabung kalau memang itu kita diminta untuk bergabung. Secara formilnya nanti kami cek ya formilnya, tapi kalau secara apa namanya kehendak ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya, tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Bayar 1 Miliar Dolar AS jika Mau Jadi Anggota Tetap

Di sisi lain, dikutip dari Reuters, bagi negara yang ingin menjadi anggota tetap dari dewan tersebut, maka harus membayar senilai 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp16,9 triliun.

Adapun menurut salah satu pejabat di Gedung Putih, uang itu akan digunakan untuk membangun kembali Gaza.

Dia mengatakan bagi negara yang tidak membayar, maka durasi waktu keanggotaannya di Dewan Perdamaian Gaza hanya selama tiga tahun.

Sementara, dewan ini menjadi rencana AS yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk upaya demiliterisasi dan membangun kembali Gaza akibat hampir tiga tahun diserang Israel.

Gedung Putih mengungkapkan setiap anggota akan diberikan portofolio terkait stabilisasi dan rencana jangka panjang terhadap Gaza.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved