Rabu, 22 April 2026

Dubes Iran: Kediaman Duta Besar Palestina di Teheran Diserang Kelompok Bersenjata

Dubes Palestina yang tidak disebutkan namanya itu memang ditarget oleh sekelompok orang bersenjata saat kerusuhan terjadi.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
KERUSUHAN DI IRAN - Duta Besar IR Iran Mohammad Boroujerdi saat jumpa pers di kediaman dinasnya di Jalan Madiun 1, Menteng, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Boroujerdi memastikan hanya ada 1 WNA yang menjadi korban luka akibat kerusuhan besar-besaran di Iran. [Rizki Sandi Saputra] 

Ringkasan Berita:
  • Korban WNA dalam kerusuhan Iran: Dubes Palestina untuk Iran di Teheran menjadi satu-satunya warga negara asing yang terluka parah dalam kerusuhan besar.
  • Penyerangan: Kediaman Dubes Palestina diserang kelompok bersenjata yang disebut berafiliasi dengan Israel; korban sempat kritis namun kini kondisinya mulai stabil.
  • Dugaan dalang: Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menuding Mossad (Israel) dan CIA (AS) sebagai pihak yang memicu kerusuhan melalui propaganda.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan, aksi yang berujung kerusuhan besar-besaran di Iran membuat satu orang warga negara asing (WNA) di Iran terluka berat.

Adapun WNA yang dimaksud kata Boroujerdi yakni Duta Besar Palestina untuk Iran di Teheran. Kata dia, Dubes Palestina yang tidak disebutkan namanya itu memang ditarget oleh sekelompok orang bersenjata saat kerusuhan terjadi.

"Satu-satunya warga negara asing yang menjadi korban dari peristiwa-peristiwa belakangan ini adalah Duta Besar Palestina di Teheran. Beliau dijadikan sasaran dan menjadi korban dan terluka secara sangat parah," kata Boroujerdi saat jumpa pers di kediaman dinasnya, di Jalan Madiun 1, Menteng, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Boroujerdi lantas menyimpulkan kalau kondisi yang dialami oleh Dubes Palestina tersebut menjadi sinyal besar untuk mengetahui dalang dari terjadinya kerusuhan di negaranya.

Kata dia, pasukan agen intelijen Israel atau Mossad diduga kuat melakukan propaganda yang akhirnya memecah belah ribuan masyarakat Iran.

"Kediaman Dubes Palestina di Teheran diserang oleh kelompok yang berafiliasi dengan rezim Zionis Israel dan beliau cedera, dilarikan ke rumah sakit," kata dia.

"Dan kita bisa melihat dari perkembangan ini siapa dalang di balik semua ini. Tentu ini merupakan ulah dari Mossad dan CIA," sambung Boroujerdi.

Saat ditanyakan soal kondisi terkini dari Dubes Palestina tersebut, Boroujerdi memastikan kalau Dubes Palestina tersebut sudah mulai stabil.

Meski begitu, kediaman dari yang bersangkutan memang masih dalam pantauan dari pihak kemanan Iran karena menjadi target serangan.

"Sekarang keadaan kesehatannya sudah lumayan stabil, tetapi memang kediaman beliau diserang oleh kelompok yang berafiliasi dengan Israel," tukas dia.

Eskalasi di Iran

Kericuhan besar di Iran sejak akhir 2025 dipicu oleh krisis ekonomi, terutama anjloknya nilai mata uang Rial yang menyebabkan harga kebutuhan pokok melonjak tajam.

Nilai tukar Rial terhadap dolar jatuh hingga lebih dari 1,4 juta per USD pada awal 2026, memicu hiperinflasi dan membuat masyarakat turun ke jalan.

Demonstrasi yang awalnya menuntut solusi ekonomi berkembang menjadi kerusuhan luas, dengan ribuan korban jiwa dan bentrokan antara aparat keamanan dan warga.

Pemerintah Iran menilai kondisi ini sebagai ancaman serius terhadap stabilitas nasional.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved